Anggaran Pembangunan Masyarakat Tidak Berkurang

Editor: Ivan Aditya

SEMARANG (KRjogja.com) – Meski realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jateng tidak memenuhi target, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memastikan anggaran untuk pembangunan masyarakat tidak akan berkurang. Gubernur hanya akan melakukan efisiensi anggaran pada beberapa pos yang dinilai kurang penting.

Gubernur mengatakan hal ini kepada wartawan usai memimpin upacara peringatan hari Jadi ke-66 Provinsi Jawa Tengah, di Lapangan Pancasila Semarang Senin (15/08/2016). Gubernur mengakui target PAD 2016 mengalami penurunan sebesar sekitar Rp 1,1 triliun dari target yang sudah ditetapkan.

“Kegagalan Jateng memenuhi target PAD juga dialami oleh beberapa provinsi lain. Bahkan pendapatan di tingkat nasional juga mengalami penurunan. Untuk itu Pemprov Jateng harus melakukan efisiensi pada anggaran yang tidak terlalu penting seperti anggaran rapat,” tutur Gubernur.

Ganjar juga minta kepada jajaran Pemprov Jateng untuk melakukan penghitungan secara cermat pada penyusunan APBD 2017. Penyusunan APBD tahun depan tidak boleh menggunakan data perkiraan. Dengan penghitungan yang cermat, Gubernur yakin akan dapat mengejar ketertinggalan pembangunan, termasuk mengatasi kemiskinan di Jateng.

Gubernur juga memastikan tidak akan ada tambahan anggaran pada perubahan APBD 2016 ini. Anggaran yang ada akan dialokasikan untuk daerah miskin dengan konsentrasi pada sasaran kelompok masyarakat miskin.

Terkait dengan pelayanan masyarakat, Gubernur menekankan jajarannya untuk melakukan gerakan revolusi mental, yaitu dengan memberikan pelayanan yang mudah, murah, cepat dan diikuti dengan layanan yang bersih, transparan, akuntabel, ditambah senyuman. Penegakan disiplin mutlak harus dilakukan untuk mewujudkan revolusi mental.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur juga menyerahkan penghargaan Satyalancana Karya Satya pada 200 PNS yang telah mengabdi selama 30, 20, dan 10 tahun. Terdiri dari 56 orang penerima Satyalancana Karya Satya 30 tahun, 123 orang penerima Satyalancana Karya Satya 20 tahun, dan 21 orang penerima Satyalancana Karya Satya. (Bdi)

BERITA REKOMENDASI