Arkeolog Mulai Angkat Fosil Gajah Stegodon

GROBOGAN, KRJOGJA.com – Laporan adanya penemuan fosil gajah purba jenis Stegodon di Desa Banjarejo Kecamatan Gabus Grobogan mendapat respon dari empat Balai Pelestarian Perbukala. Yakni Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, Balai Arkeologi Yogyakarta, Balai Konservasi Borobudur, dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jateng.

"Saat ini para arkeolog dari empat Balai Pelestarian Perbukala tersebut tengah di lokasi meneliti dan mengupas tanah yang membalut fosil gajah purba jenis stegodon tersebut,” ujar Kepala Desa Banjarejo Ahmad Taufik ketka ditemui KRjogja.com, Senin (17/07/2017),

Potongan bagian tubuh hewan purbakala itu diperkirakan berumur sekitar 500 ribu – 1 juta tahun. Fosil tersebut ditemukan di tagalan milik Rusdi (70), warga Dusun Kuwojo. Penemuan fosil terjadi secara tidak sengaja awal Juni 2017 lalu. Ceritanya, pemilik tegalan waktu itu tengah menggali tanah untuk membuat sumur untuk persiapan musim kemarau. 

Saat menggali kedalaman 1,5 meter, terlihat ada benda mirip tulang berukuran cukup besar. Penemuan itu selanjutnya dilaporkan pada perangkat desa dan komunitas pecinta fosil Banjarejo. Setelah dicek ke lokasi, benda yang ada dalam galian sumur itu ternyata fosil hewan purba. 

Menurut Taufik,  untuk mengangkat fosil langka tersebut membutuhkan waktu cukup lama dan harus dilakukan oleh arkeolog. Selain harus hati-hati agar tidak rusak, ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan dalam pengangkatan fosil. Misalnya, peralatan yang perlu disiapkan, dokumen foto posisi fosil sebelum diangkat dari berbagai sudut. (Tas)

BERITA REKOMENDASI