Askopis Tolak Siaran Radikalisme

SEMARANG, KRJOGJA.com – sosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (Askopis) menolak segala jenis siaran di televisi dan radio yang mengelaborasi sikap ekstrimisme, radikalisme,  kebencian, permusuhan, dan diskriminasi. 
"Narasumber seperti ini jangan diundang mengisi talkshow di lembaga penyiaran,” tegas Ketua Umum Askopis  Mohammad Zamroni, Ssos MSi  bersama Sekretaris Umum Dr Kamila Adnani Msi dalam siaran pers, Minggu (20/5/2018).

Askopin mengingatkan dan mendesak media massa agar menaati nilai-nilai agama dan hukum, kode etik jurnalistik, serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) dengan tak menampilkan gambar atau video yang mengandung unsur kekerasan dalam meliput terorisme.

Siaran pers Askopin tersebut, kata Zamroni, terkait serangkaian aksi brutal terduga narapidana teroris (Napiter) di Rutan Mako Brimob Depok, bom bunuh diri di 3 gereja Surabaya, Rusunawa Sidoarjo, Mapolrestabes Surabaya hingga Mapolda Riau yang merenggut puluhan nyawa anak-anak, warga dan juga aparat. Kejadian beruntun tersebut, tegasnya,  mengancam NKRI.

Askopin mengutuk tindakan radikalisme-terorisme di manapun dan dalih apapun, karena bertentangan dengan nilai perikemanusiaan maupun agama. Dampak dari teror juga berakibat secara fisik dan psikologis bagi korban, keluarga maupun masyarakat sehingga patut berempati. (Isi)

BERITA REKOMENDASI