Awali Pembangunan Fakultas Farmasi Unwahas, Ganjar Inginkan Jadi Pusat Farmasi Jateng

Editor: Agus Sigit

SEMARANG, KRjogja.com- Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang Prof Dr Mudzakir Ali MA, Ketua Yayasan Wahid Hasyim Prof Dr Noor Achmad MA, Sekda Kota Semarang Ir Iswar Aminuddin MT beserta para pimpinan universitas dan pimpinan yayasan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Fakultas Farmasi di kampus Gunungpati Semarang, Minggu (9/1/2022).

Menurut Ganjar Pranowo, keberadaan gedung fakultas Farmasi sangat pas untuk menatap masa depan.Indonesia butuh banyak warga berperan, termasuk warga negara yang punya ilmu pengetahuan dan pengalaman yang bisa menyelesaikan masalah.

“Kita butuh peran masyarakat, “Indonesia memanggil” kita semua untuk berkontribusi, termasuk para ahli, juga diaspora yang ada di luar negeri yang secara hebat ikut tim ahli pembuat vaksin. Di Astra Zeneca misalnya ada dua orang Indonesia di bawah pimpinan Dr Sarah. Juga di perusahaan pesawat Airbus dan kerja di Fokker banyak orang Indonesia berprestasi di sana. “Indonesia Memanggil” mereka membangun bangsa ini.
Juga terdapat para ahli tanaman dan pertanian yang studi lanjut dengan beasiswa LPDP yang pulang ke tanah air membangun pertanian nasional. ” ujar Ganjar.

Terkait riset dan pendidikan farmasi, tambah Ganjar, ini sangat bagus dan lebih baik lagi jika ada kolaborasi Fakultas Farmasi, perusahaan farmasi, dan pemerintah daerah dalam kerjasama riset bersama di bidang farmasi. Peletakan batu pertama diharapkan nantinya bisa menjadi sentral farmasi di Kota Semarang, Jateng, dan nasional. Di era pandemi covid, farmasi beserta bidang kesehatan lainnya sangat memegang peran besar dalam penanganan pandemi.

“Covid-19 tidak bisa hilang dalam sekejap. Saya mengumpamakan virus covid-19 seperti penyakit TBC (Tuberkulosis). TBC sampai saat ini kan tetap ada dan aslinya lebih bahaya daripada corona, tetapi kita biasa saja kan terhadap TBC. Asal tahu cara mencegah dan penanganannya kita bisa handle. Pandemi ini juga sama, kalau sudah banyak akan relatif kita tahan” ujar Ganjar.

Menurutnya pula, Jateng kondisi pandeminya melandai sejak September 2021 , lalu “melantai” dan nyaris hilang. Padahal saat itu, sebaran vaksinasi di Indonesia baru 60 persen, Jateng 80 persen bahkan di kota kota besar hampir 100 persen. Dengan usaha, kekuatan doa dan pasrah Jateng dianggap baik penanganan pandemi dan terus turun, melandai, nyaris hilang. Namun tetap usaha terus dan prokes harus tetap dijalankan masyarakat karena pandemi belum hilang.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Wahid Hasyim, Prof Dr Noor Achmad MA menjelaskan Fakultas Farmasi Unwahas akan berdiri di atas lahan 11 ribu meter persegi. Dana yang disiapkan Unwahas untuk gedung Farmasi ini Rp 75 Miliar, termasuk rencana pembangunan Gedung Fakultas Teknik dan rumah sakit Unwahas serta gedung lain setelah Fakultas Farmasi rampung dengan dana Rp 120 M.

“Juga pembangunan stadion untuk latihan atau pertandingan PSIS Semarang. Kami yakin stadion itu nantinya akan jadi yang terbesar dan kebanggan warga Kota Semarang,” ungkap Prof Dr Noor Achmad MA ini. (sgi)

BERITA REKOMENDASI