Bagaimana Nasib Muktamar Muhammadiyah di tengah Merebaknya Corona?, Begini Penjelasan Haedar Nashir

SEMARANG,KRJOGJA.com- Menyikapi semakin banyaknya masyarakat Indonesia diduga terkena virus corona (Covid 19) Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr KH Haedar Nasir menyatakan wabah corona bagi Muhammadiyah merupakan ujian Allah sekaligus pelajaran bagi dunia keilmuan jhsusunya dunia kedokteran Indonesia agar kita di satu pihak terus berusaha maksimal melakukan pencegahan dan tindakan maksimal agar Corona tidak mewabah dan menjadi penyakit yang memberatkan masyarakat dan bangsa.

“Tetapi pada saat yang sama harap mayarakat tidak panik, tetapi juga jangan abai. Muhammadiyah telah membentuk gugus komando untuk pencegahan dan penindakan virus ini. Muhammadiyah menghimbau masyarakat agar waspada dan membangun pola hidup sehat dan mengikuti protokol pemerintah dalam melakukan usaha pencegahan dan penindakan secara baik” uajr Prof Haedar Nadir didampingi Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) Prof Dr H Masrukhi MPd sesaat sebelum berbicara sebagai pembicara utama Seminar Pra Muhammadiyah di kampus Unimus, Sabtu (14/3/2020).

Terkait dampak Covid-19 dengan rencana Mukmatamar Muhammdiyah dan Aisyiyah ke 48 di Surakarta, Prof Haedar Nasir menyatakan PP Muhammadiyah dalam menentukan langkah selalu seksama. Pertama pihaknya akan menghimpun berbagai macam informasi dan situasi  yang jembang. Kemudian menganalisisnya secara kolektif dengan melibatkan pimpinan wilayah Muhammadiyah, dengan panitia muktamar dan berbagai pihak sehingga nantinya Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan mengambil langkah sebagaimana mestinya yang dengan prinsip pencegahan darurat dan mudarat sekaligus berada dalam situasi kondusif. Pada saatnya piminan pusat Muhammadiyah akan mengambil langkah mengenai ditunda tidaknya pelaksanaan muktamar ke 48.

“Namun bagi penggembira Muktamar dan warga Muhammadiyah tetap siap dalam proses mempersiapkan muktamar namun pada saat yang sama kita seksama menghadapi wabah virus dan waspada. Tetapi jangan sampai abai dan jangan sampai jadi masyarakat yang tidak tahi situasi” tandas Prof Haedar. (sgi)

BERITA REKOMENDASI