Bakar Tikus Sebagai Simbol Lawan Koruptor

KENDAL, KRJOGJA.com – Korupsi sudah merajalela, meski sudah banyak koruptor yang masuk bui, namun seakan tidak jera. Forum Komunikasi Lembaga Swadaya Masyarakat (Forkom LSM) membentuk Perhimpunan Masyarakat Kendal Bersatu (PMKB) melakukam aksi di halaman Kendal Permai Minggu (9/12/2018).

Pada peringatan hari Anti Korupsi se Dunia yang jatuh tepat pada tanggal 9 Desember, Perhimpunan Masyarakat Kendal Bersatu (PMKB) berharap aparatur negara tidak tebang pilih dalam upaya penegakan kasus tindak pidana korupsi.

Dalam aksinya mereka juga membakar sebuah boneka tikus yang diibaratkan koruptor sebagai bentuk melawan tindakan korupsi.

Rahmat Dakwah, Panitia Aksi damai itu mengatakan pada tahun 2018 ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangkap 38 kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia. Ia berharap makin gencarnya upaya KPK memberantas korupsi maka akan mengurangi ruang gerak para koruptor.

"Korupsi harus tidak ada lagi di Kabupaten Kendal. Kendal harus terbebas dari tindakan korupsi, bukan korupsi menjadi bebas di kabupaten Kendal," ujar Rahmat.

Rahmat menyebutkan aparat penegak hukum juga dituntut berani memberikan vonis yang berat bagi para koruptur. Hal itu juga tertuang dalam UU 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi.

"Dalam Undang-undang itu, terpidana korupsi bisa dijatuhi hukuman mati. Maka dari itu kami minta para masyarakat juga turut serta dalam saling bahu membahu meberantas korupsi," lanjutnya.

Sementara itu Ketua Forkom LSM Kabupaten Kendal, Maksum mengatakan bahwa tindakan korupsi sangat menciderai masyarakat. Bahkan dikatakan sebagai tindakan yang dapat melanggar Hak Asasi Manusia.

"Kabupaten Kendal harus terbebas dari Korupsi. Karena Semboyan Kabupaten Kendal yakni 'Kendal Beribadat' (Bersih, Indah, Barokah, Damai, Aman, dan Tertib)," ujar Mahsun. (Ung)

BERITA REKOMENDASI