Bank Jateng Jadi Pengayom BPR di Yogya

Editor: Ivan Aditya

SEMARANG, KRJOGJA.com – Di tengah peringatan ulang tahunnya ke-55, Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, atau yang kini dikenal sebagai Bank Jateng, Jumat (07/04/2018) pagi menjalin kerjasama dengan DPD Perbarindo (Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia) DI Yogyakarta. Kerjasama yang ditandatangani Direktur Umum Bank Jateng Dr Supriyatno dan Ketua DPD Perbarindo DI Yogyakarta Ascar Setiyono membuka banyak peluang pendanaan bagi 53 BPR yang beroperasi di Yogyakarta.

Ketua DPD Perbarindo DI Yogyakarta, Ascar Setiyono merasa bahagia dan menyambut baik kerjasama pihaknya dengan Bank Jateng yang telah memperluas jaringan perbankan melalui pembukaan cabang di Yogyakarta. "Tak lama setelah membuka cabang di Yogyakarta, kami langsung menjajaki kerjasama dengan Bank Jateng dan langsung disambut positif. Bank Jateng bersedia menjadi Bank Pengayom bagi BPR yang beroperasi di Yogyakarta dan berhimpun dalam DPD Perbarindo DI Yogyakarta,” ungkap Ascar Setiyono usai penandatanganan kerjasama di Kantor Bank Jateng, Jalan Pemuda Semarang.

Bank Jateng sebagai APEX Bank atau sebagai Bank Pengayom menurut Ascar menjadi sarana untuk mengumpulkan dana yang dapat digunakan bagi angota Perbarindo. Bank Jateng juga akan menjadi bank yang menyediakan sumber pendanaan bagi BPR untuk menyalurkan kredit modal usaha dengan suku bungan dan syarat yang ringan.

Bank Jateng menurut Ascar juga akan menjadi bank yang akan membantu BPR disaat kekurangan dana, misalnya disaat menjelang lebaran dimana jumlah pinjaman atau kredit meningkat.

Sementara Direktur Operasional & Digital Banking Bank Jateng, Rahadi Widayanto menyatakan bahwa Bank Jateng telah menjadi Bank Pengayom bagi BPR. Di Jawa Tengah sendiri sudah ada 222 BPR yang masuk dalam kerjasama. Sedangkan setelah  perluasan ke Yogyakarta, pihaknya melalui Perbarindo telah menjadi pengayom 53 BPR.

"Kerjasama ini meliputi pendanaan, penempatan dana dengan rate LPS BPR, penyaluran dana, serta pengadaan pelatihan-pelatihan perbankan bagi kalangan BPR", ungkap Rahadi Widayanto.

Adapun nilai pendanaan sebagai tindak lanjut kerjasama, disampaikan Rahadi untuk kredit UMKM via BPR mencapai Rp 1 triliun. (Cha)

BERITA REKOMENDASI