Bank Jateng Salurkan Kredit Rp 50,482 Triliun

Editor: Ivan Aditya

SEMARANG KRJOGJA.com – Bank Jateng masuk dalam kategori Tingkat Kesehatan Bank (TKB) pada komposit 2 atau sehat. Hal ini menunjukkan bahwa Bank Jateng mampu mempertahankan TKB dari tahun lalu. Bahkan banknya masyarakat Jawa Tengah ini sinilai dari hari ke hari mengalami pertumbuhan yang berkembang.

Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno melalui Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko Onny Suharsono dalam Gathering Media Partner, Jumat (02/10/2020) di lantai 4 Kantor Pusat Jalan Pemuda Semarang mengatakan hingga September 2020, Bank Jateng mencatat penyaluran kredit mencapai Rp 50,482 triliun. “Atas tingginya nilai penyaluran kredit tersebut, Bank Jateng optimistis bisa berkontribusi mendukung pergerakan roda perekonomian di Jawa Tengah,” ungkap Ony Suharsono.

Bank Jateng menurut Ony telah menunjukkan peran besar dalam membangun dan memgangkat perekonomian di Jawa Tengah. Hal ini juga tak lepas dari sinergi yang dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Tengan dengan Bank jateng dalam kerjasama digitalisasi pengelolaan keuangan daerah.

Kinerja sangat baik Bank Jateng juga tercermin dari laba keuntungan mencapai Rp 1,4 triliun. Laba tahun 2020 yang tercatat Rp 1,4 triliun hingga bulan September melebihi pendapatan laba full year tahun 2019. Oleh karena itu Ony optimistis laba akan terus merangkak naik hingga akhir tahun.

Untuk Aset hingga September 2020 mencapai Rp 86,6 triliun dan Dana Pihak III mencapai 70,1 triliun. Dalam kondisi Pandemi Covid 19, kredit Bank Jateng sampai September masih tumbuh 3,88% secara year on year. Perihal laba, Ony mengungkapkan juga disumbang dari efisiensi biaya operasional.

“Selama Penerapan New Normal ini banyak anggaran yang bisa dihemat karena proses bisnis di-shifting dengan memanfaatkan teknologi,” papar Ony.

Performa NPL Bank Jateng (konvensional) per September 2020 sebesar 3,78 % dengan ekuivalen sebesar Rp 1,809 triliun. Selama pandemi, Bank Jateng telah melakukan restrukturisasi kredit bagi debitur yang terdampak. Data September 2020 terdaoat 16.048 nasabah yang dilalukan restrukturisasi senilai Rp 5 triliun. (Cha)

BERITA REKOMENDASI