Bank Salatiga Butuh Suntikan Rp 11 Miliar

SALATIGA, KRJOGJA.com – Bank Salatiga (PD BPR Bank Salatiga) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga terancam ditutup dan merger apabila tidak diselamatkan dengan suntikan dana Rp 11 miliar sesuai rekomendasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bank Salatiga saat ini status Bank Dalam Pengawasan Intensif (BDPI) menyusul terjadinya kasus korupsi yang merugikan keuangan Rp 25 miliar.

Direktur Utama PD BPR Bank Salatiga, Darto Supriyadi menjelaskan dari rekomendasi lembaga Oritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyehatkan Bank Salatiga pasca kasus korupsi yang kini masih berjalan proses hukumnya tersebut, Pemkot Salatiga harus melakukan pengawasan dengan baik dan menyuntik dana penyertaan modal awal sebesar Rp 11 miliar.

“Rekomendasi dari OJK untuk bisa lepas dari BDPI, harus mendapat suntikan senilai Rp 11 miliar, paling lambat pada September 2020, dua tahun sejak dinyatakan dalam pengawasan intensif,” tandas Darto Supriyadi kepada KRJOGJA.com, Rabu (22/7/2020).

BERITA REKOMENDASI