Banyak Dibatalkan, Okupansi Hotel di Salatiga ‘Loyo’

Editor: KRjogja/Gus

SALATIGA, KRJogja.com – Okupansi hotel di Kota Salatiga masa liburan lebaran 1442 H tahun 2021 ini ‘loyo’ dan memprihatinkan. Banyak boking kamar yang dibatalkan menyusul pelarangan mudik lebaran oleh pemerintah.

Marketing Communication (Marcom) Hotel Grand Wahid Salatiga, Dody Rummata dihubungi KRJogja.con mengungkapkan untuk tingkat okupansi tidak menggembirakan. Target 50 persen okupansi tidak terpenuhi dan saat liburan lebaran 1442 H ini hanya berkisar 25 persen hingga 30 persen dari130 kamar yang tersedia.

“Okupansi loyo Mas, tidak menggembirakan. Hanya sekitar 30 persen saja. Banyak pesanan kamar yang dibatalkan karena larangan mudik lebaran terutama tamu dari luar Jateng khususnya Jabodetabek,” kata Dody Rummata, Senin (17/05/2021).

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Salatiga Arso Aji Sarjiarto kepada KRjogja. commengungkapkan, tahun 2021 ini pengusaha hotel dan restoran di Salatiga harus prihatin dengan situasi kondisi pandemi covid 19 belum selesai. Sehingga berdampak pada omzet penjualan dan jasa. Selama lebaran ini jauh dari prediksi. Tetapi dibandingkan tahun 2020 memang ada peningkatan meski belum sesuai harapan, yakni 50 persen. Rata-rata hunian hotel di Salatiga kurang lebih 35 persen. Untuk Resto karena pembatasan sesuai aturan maka maksimal hanya 50 persen dari kapasitas resto sehingga masih prihatin.

“Saat ini yang penting selalu menekankan pentingnya protokol kesehatan, agar tamu nyaman dan aman untuk bisa berlibur di Salatiga, ” kata Arso. (Sus)

BERITA REKOMENDASI