Bawaslu Ancam Batalkan Pilkada

SALATIGA (KRjogja.com)- Pimpinan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Nasrullah mengancam akan membatalkan pemilihan kepala daerah, di daerah yang belum mencairkan dana pengawasan sampai tanggal 15 September 2016 .  Pernyataan ini ditegaskannya, saat Rapat Koordinasi dengan Mitra Kerja pada Pemilihan Bupati dan Walikota 2017  Jawa Tengah, di Salatiga, Rabu (31/08/2016).

"Ini merupakan hasil keputusan bersama rapat koordinasi antara Bawaslu, DPR dan pemerintah diwakil Menteri Keuangan. Bahwasanya apabila sampai 15 September 2016 ada daerah yang belum bisa mencairkan dana pengawasan hibah pengawasan, kami akan membatalkan pilkada di daerah tersebut. Jangan jadikan penyelenggara pemilu sebagai pengemis,"” tandas Nasrullah, di Hotel Bringin Salatiga, Rabu kemarin.

Menurut Nasrullah lambatnya penandatangan Naskah Perjanjian Dana Hibah (NPHD) dikarenakan pemerintah daerah setempat kurang kooperatif. Mestinya tidak perlu terjadi, karena pesta demokrasi bukan mutlah kewenangan pemerintah dan penyelenggara pilkada melainkan menjadi hak rakyat. “Pemerintah hanya fasilitator, pesta demokrasi adalah milik rakyat dan buat masyarakat dan pemerintah daerah yang kurang peka,” tambahnya.

Terkait dengan pelanggaran politik uang proses penanganannya akan berjalan terus oleh Gakumdu. Selain itu paslon, tidak boleh memanfaatkan fasilitas milik negara damn program milik pemerintah. (Sus)

 

BERITA REKOMENDASI