Bea Cukai Kudus Musnahkan 19 Ton Rokok Ilegal

Editor: Ivan Aditya

KUDUS, KRJOGJA.com – Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Time Madya Kudus, Kamis (18/06/2020) petang memusnahkan 19 ton rokok ilegal dari jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) sebanyak 11.914.534 batang dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) 1.600 batang. Barang bukti lain yang dimusnahkan yaitu 157 unit alat pemanas, lima unit alat giling rokok, serta pita cukai yang diduga palsu sebanyak 30.232 lembar.

Pemusnahan rokok ilegal yang telah ditetapkan menjadi Barang Milik Negara (BMN) merupakan hasil penindakan September 2019 hingga Maret 2020, dilakukan secara simbolis dengan cara dibakar di halaman KPPBC setempat. Barang bukti lain diangkut truk dan ditimbun di tempat pembuangan sampah akhir (TPA) di Desa Tanjungrejo Kecamatan Jekulo Kudus.

Hadir dan ikut melakukan pembakaran Kepala Kantor ‎Wilayah Direktorat Jenderal (DJBC) Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Padmoyo Tri Wikanto‎, Kepala KPPBC Kudus Gatot Sugeng Wibowo, Anggota Komisi XI DPR RI yang juga mantan Bupati Kudus Musthofa, serta pejabat terkait lainnya. “Total barang yang dimusnahkan senilai Rp 7,33 miliar dengan potensi kerugian Negara mencapai Rp 5,01 miliar,” ujar Kepala KPPBC Kudus, Gatot Sugeng Wibowo.

Di antara BMN yang dimusnahkan, sebanyak 2,1 ton merupakan eks penyidikan hasil kerjasama dengan tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kudus. Sisanya hasil penindakan dan penyitaan yang dilakukan bersama tim gabungan dari Satpol PP dan Polres Kudus. Kepala Kantor ‎Wilayah DJBC Jateng dan DIY, Padmoyo Tri Wikanto menegaskan, akan terus berupaya menekan peredaran rokok ilegal di wilayah kerjanya.

“Kami akan terus menekan rokok ilegal di wilayah Jateng- DIY, karena menggerogoti peredaran rokok legal yang telah memberikan kontribusi penerimaan kas negara dari sektor cukai,” katanya.

Menurutnya, tahun 2020 ini DJBC Jateng- DIY mendapat kucuran anggaran untuk pemberantasan rokok ilegal sebesar Rp 8 miliar. Dari jumlah itu sebanyak Rp 1,5 miliar dialokasikan untuk pemberantasan rorkok ilegal di wilayah kerja KPPBC Tipe Madya Kudus. “Kami tak akan membiarkan rokok ilegal berkembang,” tandasnya.

Rokok legal selama ini telah memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan kas negara sebesar 62 persen setiap bungkus yang terjual. Agar rokok legal dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, pihaknya menargetkan penurunan peredaran rokok ilegal tahun ini menjadi satu persen dari sebelumnya sebesar tiga persen. Sementara anggota Komisi XI DPR RI, Musthofa berkomitmen dan mensupport KPPBC untuk terus melakukan pemberantasan peredaran rokok ilegal, terutama yang beredar di Kota Kretek.

Dengan demikian, jumlah penerimaan cukai rokok dan masuk ke kas negara dapat meningkat. “Kinerja kantor Bea dan Cukai Kudus dalam pemberantasan rokok ilegal sangat bagus,” ungkapnya. (Trq)

BERITA REKOMENDASI