Berjemur di Rel, Dua Warga Grobogan Tewas Terlindas Kereta

Editor: Ivan Aditya

GROBOGAN, KRJOGJA.com – Nasib naas dialami Rakiman (60) warga Desa Tologotirto Kecamatan Gabus, dan Suparmin (66) warga Desa Gabus Kecamatan Gabus Grobogan. Ketika tengah berjemur di lintasan rel km 42+5/6 jalur antara Stasiun Kradenan-Sulur KA, Sabtu (17/07/2021) pagi, keduanya tewas terlindas kereta api (KA) barang Nomor Loko CC 2061351. Kedua korban mengalami luka parah bagian kepala dan robek di bagian perut.

Menurut informasi, sebelum kejadian, kedua korban pamit kepada keluarganya akan jemur di lintasan rel KA untuk menghangatkan tubuh karena pada pendemi Covid-19 saat ini banyak warga setempat mengalami demam disertai flu, pilek, dan batuk. Sekitar 15 menit kemudian, tiba-tiba datang dari arah barat (Semarang) KA barang dengan 30 rangkaian gerbong.

Entah karena apa, kedua korban tidak mendengar suara gemuruh kereta yang pada saat kejadian juga sudah membunyikan klason. Beberapa warga yang juga tengah berjemur dan berdiri tidak jauh dari korban sudah berteriak agar kedua korban segera menepi. Kedua korban terlindas dan terseret beberapa meter. Kedua tewas seketika di tempat kejadian.

Akibat kejadian tersebut, masinis KA langsung berhenti darurat di Stasiun Sulursari selama 10 menit pemeriksaan sarana rangkaian KA. Menurut Yanto, putra Rakiman yang juga karyawan PT KAI setempat, ia baru mengetahui kejadian tersebut setelah dirinya menerima telpon dari petugas Stasiun Kradenan untuk menelusuri korban laka. Setelah dilakukan penelusuran ternyata korban adalah ayahnya sendiri.

Tim Inafis Polres Grobogan yang mendapat laporan adanya laka KA di Gabus, langsung menuju lokasi untuk melakukemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan satu korban mengalami luka serius di bagian kepala dan robek dibagian perut, sementara satu korban lainnya mengalami luka bagian paha dan luka serius di bagian kepala.

Humas KAI Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro meminta masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan apapun di jalur kereta api agar tidak kembali terjadi hal yang tidak diinginkan. “Saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sepanjang jalur KA, karena daerah tersebut harus steril dan bebas dari hambatan yang bisa membahayakan perjalanan KA,” pintanya. (Tas)

BERITA REKOMENDASI