Bersihkan Pantai Sendang Sikucing, Ini Pesan Menteri LHK

KENDAL, KRJOGJA.com – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar dan Bupati Kendal Mirna Annisa melakukan pembersihan pantai Sendang Sikucing bersama ribuan masyatakat di, Rowosari pada Minggu (24/2/2019).

Kegiatan itu merupakan rangkaian kampanye aksi peduli sampah untuk memeringati Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh setiap tanggal 21 Februari. Selama dua jam, aksi membersihkan pantai dari sampah itu berhasil mengumpulkan 100 kilogram sampah. Nantinya sampah itu akan diolah kembali menjadi barang olahan lain yang mempunyai nilai ekonomi.

Siti Nurbaya Bakar mengatakan bahwa pemerintah menargetkan pada tahun 2025 bangsa Indonesia sudah dapat mengelola sampahnya sebesar 100 persen. Pengelolaan sampah itu terbagi dua bagian yakni 30 persen pengurangan sampah oleh masyarakat dan 70 Persen penanganan sampah.

"Mengubah sebuah kebiasaan masyarakat untuk mempedulikan sampah itu membutuhkan waktu yang lama, namun kami yakin Indonesia bisa, terbukti saat ini sudah banyak Bank-bank sampah yang ikut membantu pengelolaan sampah saat ini sudah ada 7480 bank sampah," ujar Siti

Ia mengatakan  bahwa dalam produksi sampah yang dihasilkan oleh masyarkaat Indonesia sangatlah besar. Dalam setahun bangsa Indonesia memproduksi sampah sebanyak 65,79 Juta ton. Menurutnya kota besar rata-rata memproduksi sampah sebanyak 1300 ton perhari. 

"Kota Semarang saja dalam setahun dalam memproduksi sampah sebanyak 2,5 juta ton perhari jadi kebayang kalau sampah tidak ditangani." lnjutnya.

Pihaknya pun mengapresiasi banyaknya bermunculan bank-bank sampah yang dikelola oleh masyarakat. Hal itu akan memudahkan penanganan sampah menjadi barang bernilai ekonomi yang dapat menambah penghasilan keluarga.

"Bahkan sudah ada yang mengarahkan bank sampah ke Pegadian tabungan emas, sehingga setiap menambung langsung dikonversi dalam tabungan emas," tambahnya

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Jawa tengah, Teguh Dwi Paryono mengatakan bahwa pihak Pemprov Jateng sudah melakukan budaya mengurangi plastik dalam setiap kegiatan kedinasan.

Di antaranya selalu membawa botol minum yang dapat diisi ulang atau menggunakan gelas kaca untuk tempat minum di setiap rapat.

"Pemprov juga secara masiv memberikan edukasi peduli sampah kepada para pelajar dan program pramuka karena Ibu Gubernur juga menjabat menjadi Kwarda Jawa tengah," tambahnya

Pihaknya juga mendorong industri-induustri di jawa tengah menggunakan plastik yang mudah terurai. Hal itu untuk mengurangi sampah plastik yang sulit terurai.

"Saat ini sudah ada pabrik plastik di Sukoharjo yang mana jika  plastiknya dibuang dalam enam bulan sudah dapat terurai. Bahan yang digunakan yakni dari tepung tapioka sehingga mudah terurai," jelasnya.

Bupati Kendal Mirna Annisa mengatakan di Kabupaten Kendal saat ini.berdiri BUMDes yang khusus mengolah.sampah. "Kami saat ini konsen dalam pengolahan sampah, jadi kami.berikan pendidikan pengolahan sampah bukan pembuangan sampah," ujar Mirna. (Ung)

BERITA REKOMENDASI