Bidan Harus Kuasai Kegawatdaruratan Persalinan

Editor: Agus Sigit

SEMARANG, KRJOGJA.com – Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang (Fikkes Unimus) bekerja sama dengan Majelis Pembinaan Kesehatan Umat (MKPU) Jateng menggelar workshop online “Peningkatan SDM Profesional Bidan Rumah Sakit (Rumah Sakit Muhammadiyah/Aisyiyah atau RSMA) se Jateng-DIY”, Rabu (19/2/2022).

Workshop yang dibuka Wakil Rektor I Unimus Dr Budi Santosa MSiMed ini dihadiri antara lain Dekan Fikkes Dr Ali Rosidi SKM MSi, Ketua MPKU Jateng dr Ibnu Yaseer, perwakilan dari pendidikan kesehatan Institut Superior Crista (ISC) Timor Leste,dan para direktur RSMA se Jateng-DIY.

Kaprodi Kebidanan Dr Fitriani Nur Damayanti SST MKes dan Ketua Panitia Erna Kusumawati SST MKes menyampaikan workshop bertujuan meningkatkan kualitas SDM bidan rumah sakit sehingga berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak secara professional. Workshop ini mengulas 2 topik profesionalisme bidan (hak, kewajiban, kompetensi dan kewenangan) serta Regulasi dalam pengembangan SDM Profesi bidan (UU Kebidanan).

Kaprodi juga menyampaikan workshop diisi pula dengan ilmu kegawatdaruratan persalinan. ilmu kegawatdaruratan perlu dikuasai bidan karena ada kemungkinan bidan menghadapi persalinan kondisi gawat darurat yang bisa mengancam nyawa ibu dan bayinya. SDM bidan berperan dalam menurunkan angka kematian bayi dan ibu melahirkan lewat layanan bidan yang bermutu, berkesinambungan dan paripurna.

Sejumlah nara sumber dihadirkan pada workshop ini di antaranya Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jateng Sumarsih SSIT MH, dr Aristo Farabi SpOG, dan Dr Punpilai Sriarpom- Lawitra Khiaokham dari Faculty of Nursing Chiang Mai University Thailand.

“Latar belakang dari kegiatan ini adalah peran bidan dituntut untuk bisa memberikan pelayanan yang berkualitas kepada ibu dan bayi, pelayanan bidan selalu berhubungan dengan kegawatdaruratan sehingga bidan harus selalu siap, asuhannya juga harus berkesinambungan, kemudian aman sehingga tercipta pelayanan yang berkualitas bagi Ibu dan bayinya” ujar Kaprodi dan Ketua Panitia. (Sgi)

BERITA REKOMENDASI