BK Unnes Gelar Pelatihan Konseling Kelompok Pendekatan Mindfullness

Editor: Agus Sigit

SEMARANG,KRJOGJA.com- Program Studi Bimbingan dan Konseling (Prodi BK) Universitas Negeri Semarang (Unnes) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bagi guru bimbingan dan konseling (BK) selama dua hari, Senin-Selasa (25-26/10/2021).

Pelatihan bertajuk “Konseling Kelompok Pendekatan Mindfullness-Based Cignitive: Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan bagi Konselor Sekolah” ini dilakukan secara daring. Acara yang dibuka Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Farid Ahmadi SKom MKom.PhD ini menampilkan pembicara kunci Guru Besar BK Unnes Prof Dr H Mungin Eddy Wibowo MPd Kons serta tiga nara sumber yaitu Kusnarto Kurniawan MPd Kons, Edwindha Prafita N MPd Kons dan Zakki Nurul Amin MPd.

Menurut Prof Mungin, guru BK (lulusan S1 BK) dan konselor (guru lulusan S1 BK serta lulus Pendidikan Profesi Konselor) di sekolah tempat mereka bertugas, merupakan “helper” atau orang yang tugasnya membantu para siswa yang mencari bantuan dalam menghadapi masalahnya. Siswa juga sebagai orang yang memiliki kebutuhan untuk didengarkan, diperhatikan, diterima, dipedulikan, dibantu pengembangan diri serta dibantu saat siswa mengalami stress. Konselor merupakan tenaga spesialis terlatih dan terakreditasi dalam bidang Konseling.

“Guru BK dan konselor sebagai figur sentral dalam menyiapkan siswa pada abad 21 serta ujung tombak sekaligus figur kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pengembangan kemampuan siswa diharapkan memahami dan bisa mempraktekkan konseling dengan pendekatan Mindfullness-Based Cignitive. Pendekatan itu cukup efektif untuk melakukan treatment ke para siswa” ujar Prof Mungin.

Menurut Prof Mungin, pendekatan mindfullness ini juga bisa diaplikasikan atau dipadukan dengan pendekatan agama tertentu sesuai latar belakang siswa. Hal itu mengingat pendekatan mindfullness berasal dari Barat serta bisa dipadu padankan dengan pendekatan therapy lain yang berkaitan erat dengan agama. Ini penting dilakukan karena masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang agamis.

Di sisi lain Prof Mungin juga mengingatkan perlunya guru BK dan konselor selalu mau meningkatkan kualitas pengetahuan dan skill yang dimiliki guna peningkatan dalam menjalankan tugasnya. Peningkatan bisa berupa studi lanjut ke jenjang S2 dan S3 serta juga melalui berbagai pelatihan yang dilakukan secara daring maupun luring. (Sgi)

BERITA REKOMENDASI