BNN Apresiasi Langkah MUI Perangi Narkoba

SEMARANG (KRjogja.com) – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengapresiasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah dalam upayanya memerangi peredaran narkoba untuk menyelamatkan segenap komponen bangsa Indonesia.

Langkah konkret yang diapresiasi adalah mendeklarasikan Gerakan Anti Narkoba yang menggandeng ulama, kalangan pesantren dan takmir masjid se Jawa Tengah. Selanjutnya juga mengajak masyarakat memerangi dan menjauhi narkoba melalui khotbah jumat yang dilakukan serentak di 35.000 masjid yang ada di seluruh pelosok wilayah Jawa Tengah, pada 28 Oktober lalu.

Atas gebrakan tersebut, Ketua MUI Jawa Tengah KH Ahmad Darodji, Kamis (8/12/2016) menerima penghargaan dari BNN yang diserahkan Komjen (Purn) Gories Mere di Lemdik Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang bersama sejumlah tokoh lainnya yang juga menerima penghargaan.

Pemberian penghargaan kepada para penggiat gerakan anti narkoba di Jawa Tengah ini digelar bertepatan dengan Reuni 40 Tahun Akabri Angkatan 1976 yang juga dihadiri antara lain Jenderal TNI (Purn) George Toisutta dan sejumlah mantan Perwira Tinggi di tiga angkatan dan kepolisian.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah Brigjen Pol Drs Tri Agus Heruprasetyo MH dalam sambutan mewakili Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso menyatakan apresiasinya kepada sejumlah tokoh di Jawa Tengah, termasuk diantaranya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam menggelorakan semangat pencegahan atas peredaran narkotika di wilayah Jawa Tengah.

"Berbagai cara telah dilakukan dengan menyatukan visi dan persepsi untuk pemberantasan narkotika di Jawa Tengah ini. Oleh karena itu kami memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya dengan harapan ini akan menjadi penyemangat seluruh masyarakat Jawa Tengah agar tetap waspada dan dapat mencegah peredaran narkotika di kalangan generasi muda", ungkap Kepala BNNP Jateng.

Narkotika menurut Brigjen Pol Drs Tri Agus Heruprasetyo MH telah mengancam generasi muda kita setiap saat. dari sekitar 250 juta penduduk Indonesia, ada 2,20% yang telah terpengaruh Narkotika, yakni sekitar 5 juta jiwa. Sedangkan Jawa Tengah ada 1,96% atau sekitar 600 ribu. Kondisi ini menurutnya sangat memprihatinkan dan menuntut semua komponen masyarakat bergerak untuk menanggulangi demi keselamatan generasi muda.

Karena tingginya pengguna maka Indonesia kini menjadi pasar potensial pemasaran narkotika. Oleh karenanya Pemerintah sudah menabuh genderang perang melawan narkotika dan mendapat support dari seluruh komponen bangsa.

Selain KH Ahmad Darodji, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Bupati Purbalingga  H Tasdi SH MM, Direktur Perusda Owabong R Wisnu HD, ada juga Prof Dr Edi Nursasongko MKom, Rektor Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang yang juga ikut menerima penghargaan sebagai Tokoh Penggiat Gerakan Anti Narkoba di Jawa Tengah. (Cha)

 

BERITA REKOMENDASI