BNNP Jateng Bongkar Pabrik Brownis Rasa Ganja

Editor: Ivan Aditya

JEPARA, KRJOGJA.com – BNNP Jateng bekerjasama dengan Bea Cukai Jateng – DIY dan Polres Jepara membongkar ‘pabrik’ yang memproduksi kue brownis di kawasan Jepara. Di tempat ini kue rasa brownis diolah dengan dicampur menggunakan ganja

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Benny Gunawan menjelaskan ini merupakan modus baru dalam pereedaran ganja. Kue brownis rasa ganja ini buatan tersangka Fes (24) warga Dukuh Pesajen Demaan Jepara

“Kue ini dipasarkan lewat akun instagram dan menggunakan rekening bersama
aplikasi jual beli online dengan harga Rp 400.000 berisi 6 potong. Pemasaran tidak saja wilayah Jepara, Kudus, Semarang saja tetapi sampai Jakarta,” ungkap Benny Gunawan dalam gelar barang bukti di Mapolres Jepara, Kamis (29/07/2020).

Efek dari brownis ganja disebutkan menurut Benny Gunawan dua kali lebih terasa dibandingkan jika ganja tersebut dinikmati dengan cara dihisap (rokok). Efeknya baru akan terasa 1 jam setelah brownis ini dikonsumsi.

Menurut Kepala BNNP Jateng, terungkapnya peredaran brownis ganja di tengah pandemi Covid-19 berawal dari informasi tentang adanya paket diduga narkotika berisi ganja dari Makasar ke
Jepara. Dari informasi itu BNNP Jateng bersama Bea dan Cukai Kanwil Jateng – DIY, Kantor Bea dan Cukai Kudus serta Satresnarkoba Polres Jepara bergerak menangkap Fes saat menerima paket barang haram di depan rumahnya.

Paket dari Makasar berisi baju dan narkotika jenis ganja seberat 6,1 gram. Setelah dilalukan pengembangan di dalam rumah tersangka berhasil disita ganja yang terbungkus aluminium foil dan ganja yang tersimpan di dalam toples.

“Selain itu juga terdapat 2 paket brownis dan 3 paket cookies yang terbuat dari ganja dan siap untuk diedarkan. Kasus ini masih terus dikembangkan,” tegasnyas. (Cry)

BERITA REKOMENDASI