BSN Dorong Penerapan SNI Smart City

SEMARANG, KRJOGJA.com  – Saat ini pemerintah Indonesia memiliki program Gerakan Menuju 100 smart city. Untuk mendukung suksesnya program pemerintah tersebut, Badan Standarisasi Nasional (BSN) mengembangkan Standar Nasional Indonesia (SNI) salah satunya SNI ISO 37120:2018. 

Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Bambang Prasetya mengatakan hal tersebut di sela-sela Pembukaan Bulan Mutu Nasional 2019 di Patrajasa Hotel Semarang, Kamis (10/10/2019). Menurutnya, peningkatan arus urbanisasi, nyatanya telah menyebabkan perkotaan kelebihan populasi serta menimbulkan berbagai permasalahan yang kompleks. Berdasarkan data BPS, saat ini lebih dari setengah populasi dunia, 3,5 milyar orang tinggal di daerah perkotaan, dan diperkirakan akan mengalami peningkatan menjadi 60% pada tahun 2030. 

Di Indonesia, kata Bambang proyeksi persentase penduduk daerah perkotaan meningkat dari 49,8% di tahun 2010 menjadi 56,7% di tahun 2020 dan 63,4 % di tahun 2030. “Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama, bagaimana membuat masyarakat hidup nyaman. BSN siap mendukung, dengan menyediakan standar-standar yang bisa mendukung pelaksanaan kota cerdas (smartcity),” kata Bambang.

Saat ini, Pemerintah Indonesia memiliki program pengembangan dan penerapan smart city, yaitu Gerakan menuju 100 Smart City yang merupakan program bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Bappenas dan Kantor Staf Kepresidenan.  Gerakan tersebut bertujuan membimbing Kabupaten/Kota dalam menyusun Masterplan Smart City agar bisa lebih memaksimalkan pemanfaatan teknologi, baik dalam meningkatkan pelayanan masyarakat maupun mengakselerasikan potensi yang ada di masing-masing daerah. (Cha)

BERITA REKOMENDASI