Bupati Dico Hapuskan Kebiasaan ‘Tidak Ada Uang, Tidak Ada Promosi’

Editor: Agus Sigit

KENDAL, KRjogja.com – Banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) mengeluarkan biaya saat menginginkan promosi jabatan. Tidak sedikit yang harus mereka keluarkan dari puluhan hingga ratusan juta untuk menduduki kursi jabatan. Dan banyak juga ASN yang hanya duduk di kursi jabatan yang sama hingga puluhan tahun karena tidak mempunyai dana untuk membeli. Fenomena tersebut bakalan tidak akan ada di pemerintahan Duco Basuki.

Bupati Kendal Dico Ganinduto memastikan tidak ada lagi jual beli jabatan di Kabupaten Kendal. “Saya tegaskan jangan main-main dengan jabatan, dibawah kepemimpinan saya jual beli jabatan tidak akan ada dan saya minta masyarakat ikut mengawalnya,”ujar Dico.

Dari keterangan dan beberapa keluhan dari ASN jual beli jabatan sudah lama terjadi di Kendal.”Saya heran promosi jabatan dan pelantikan tanpa uang justru menjadi hal yang baru di Kabupaten Kendal, banyak yang berterima kasih kepada saya karena pelantikan kemarin adalah murni karena kibarkan dan tanpa uang sepeserpun,”lanjutnya.

Beberapa ASN di lingkungan Pemkab Kendal juga sempat membeberkan cerita-cerita pilu mereka, pasalnya bertahun-tahun di jabatan yang sama walaupun secara kompetensi, kinerja dan pengalaman sangat menunjang untuk dipromosikan.

Dico kepada KRjogja.com menceritakanalah seorang ASN yang enggan disebutkan namanya mengaku sedih dengan fenomena jual beli jabatan. “Dulu kata dia di Kendal untuk bisa naik ke posisi yang lebih tinggi harus punya uang untuk bayar ke makelar jabatan, dia pernah ditawari naik tapi harus bayar 30 juta. Lha wong saya nggak punya uang, padahal dia sudah 18 tahun mengabdi,”jelas Dico.

Dikatakan Dico, ASN tersebut pernah ikut tes talent pool. Katanya yang lulus tes itu bisa naik jabatan, namun meski salah satu yang paling tinggi, tapi saya nggak naik jabatan.

“Justru mereka yang naik malah yang tidak mengikuti tes yang mendapat jabatan, seperti buat formalitas saja tes itu, dan saya pastikan hal ini tidak akan terjadi di pemerintahan saya,” tegasnya.

Semua Informasi itu masuk ke akun media sosial Dico Ganinduto dan juga Dico mendengar. Dico lebih lanjut mengatakan potret carut marut seleksi jabatan seperti itu yang ingin ia hapuskan di masa kepemerintahannya. “Saya pastikan tidak ada jual beli jabatan pada pelantikan eselon III dan IV kemarin. Boleh tanya sama ASN di lingkungan pemkab, malahan banyak yang datang ke saya berterimakasih karena telah dipromosikan. Mereka benar-benar kaget karena tidak ada informasi apapun sebelumnya, apalagi yang menawari untuk bayar sekian juta. Saya harap praktik pemerintahan yang bebas KKN ini bisa terus menjadi budaya di Kabupaten Kendal seterusnya,”Pungkasnya. (Ung)

 

BERITA REKOMENDASI