Bupati Jualan Cabai, 30 Menit 1 Ton Ludes

Editor: KRjogja/Gus

GROBOGAN, KRJOGJA.com – Untuk mengantisipasi harga cabai dan bawang merah anjlok, Bupati Grobogan Hj Sri Sumarni SH MM punya kiat khusus. Jumat (08/02/2019) pagi, ia mendatangi para petani yang setiap hari Jumat pagi menjajakan dagangannya di stand depan Kantor Dinas Pertanian (Dinpertan). Begitu turun dari mobil, bupati langsung mengambil alih sebagai penjual.

“Bapak anggota kelompok tani ya? Boleh saya mengabil alih yang jualan,” pintanya.  Seketika itu bupati langsung memanggil beberapa kepada OPD untuk memborong ‘dagangannya’.

“Ayo beli, ini mumpung saya jual murah. Setiap bungkus 5 kilogram cukup membayar Rp 50 ribu. Sedangkan bawang merah setiap bungkus seberat 1 kilogram cukup membayar Rp 12.500,” tawarnya. Tentu saja, beberapa kepala OPD dan direktur BUMD langsung mendekat dan membeli. Rata-rata mereka membeli cabai merah 10 bungkus dan 5 bungkus bawang merah.

Karuan saja orang nomor satu di Grobogan ini kewalahan melayani pembeli. Sehingga terpaksa ia dibantu beberapa staf Kantor Dinas Pertanian. “Pokoke laris manis. Saya melihatnya senang. Nanti saya akan sering datang ke stand yang difasilitasi Dinas Pertanian ini,” ujarnya.

Menurutnya, kualitas cabai merah hasil panen petani Grobogan tidak kalah dengan hasil panen petani daerah lain seperti Brebes. “Saya akan terus mendorong agar petani bisa mengembangkan usaha taninya. Tidak hanya padi, jagung, kedelai dan kacang hijau, tetapi juga cabe, bawang merah, sayuran dan buah-buahan.

Kepala Dinas Pertanian Groboan Ir Edhie Sudaryanto MM, mengatakan, harga cabai merah di pasar umum saat ini jauh lebih tinggi dibanding harga yang dijual di stand depan kantornya. Di pasar umum harga jualnya rata-rata Rp 12.500 perkilogram, sedangkan yang dijual kelompok tani binaannya tersebut hanya Rp 10.000 perkilogram. Begitu juga harga bawang merah. Di pasar umum mencapai Rp 19.000 perklogram, yang dijual kelompok tani hanya Rp 12.500 perkilogram. “Hanya 30 menit, cabai merah 1 ton dan bawang merah 300 kuintal ludes terjual,” ucapnya.

Diakuinya, Dinas Pertanian memfasilitas tenda kepada  kelompok tani dan pengusaha UMKM yang produknya dari bahan baku hasil pertanian untuk menempati stand yang disediakan setiap hari Jumat di depan kantornya. “Selain cabai dan bawang merah, ada yang jual beberapa jenis sayur organik, susu kedelai, dan bahkan ada yang menjajakan sambal kering,” terang Edhie. (Tas)

 

BERITA REKOMENDASI