Bupati Minta Utamakan Tenaga Kerja Lokal

Editor: Ivan Aditya

REMBANG (KRjogja.com) – Bupati Rembang, Abdul Hafidz menegaskan jika rencana eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) di Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang (Blok Randugunting) wajib mengutamakan tenaga kerja lokal. Proyek eksplorasi migas di sebelah selatan Desa Krikilan Kecamatan Sumber diperkirakan akan menyedot tenaga 170 orang.

“Perhitungannya yakni 30 persen tenaga ahli dan 70 pesen tenaga non skill. Kami meminta juga kepada Pertamina agar tenaga non skill, 100 persen berasal dari wilayah Kabupaten Rembang,” tegasnya di Rembang, Kamis (22/09/2016).

Disinggung perizinan, bupati memastikan Pemkab Rembang sudah mengeluarkan izin lokasi. Bulan Oktober mendatang, alat-alat berat akan mulai berdatangan. Pertamina diarahkan berkoordinasi dengan kepolisian, guna pengamanan jalur dan nantinya akan dilanjutkan pula dengan sosialisasi analisis mengenai dampak lingkungan (amdal).

“Yang jelas daerah (Pemkab Rembang) tidak mendapatkan pemasukan langsung atas kegiatan eksplorasi tersebut, karena sektor pertambangan bukan lagi kewenangan kabupaten. Hanya saja daerah penghasil biasanya berhak memperoleh pembagian pajak lebih besar dari pemerintah pusat, seperti halnya Kabupaten Blora, yang terkenal banyak mempunyai kandungan minyak bumi,” jelas Bupati.

Sementara itu, anggota DPRD Rembang dari daerah pemilihan Sumber – Kaliori, Yudhianto SH mengungkapkan, keterbukaan amdal merupakan bagian penting. Sisi positif dan negatif harus dibuka segamblang-gamblangya disampaikan kepada masyarakat. “Jangan sampai ada yang ditutupi, mengingat eksplorasi migas juga memiliki resiko tinggi,” kata Yudianto. (Ags)

BERITA REKOMENDASI