Bupati Zaiarah ke Makam Ki Ageng Selo

Editor: Ivan Aditya

GROBOGAN, KRJOGJA.com – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Grobogan Ke-292, Bupati Grobogan Hj Sri Sumarni MM bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan pejabat di lingkungan pemkab setempat melakukan ziarah ke makam para leluhur di daerah itu, Senin (05/03/2018). Makam yang dikunjungi yakni Pangeran Adipati Puger di Kecamatan Grobogan, Ki Ageng Getas Pendowo di Kecamatan Purwodadi, Ki Ageng Selo dan makam Ki Ageng Tarub di Kecamatan Tawangharjo.

“Kegiatan ziarah ini rutin kita lakukan dalam setiap peringatan Hari Jadi Kabupaten Grobogan. Ziarah ini juga dimaksudkan sebagai cara untuk mengenang dan napaktilas perjuangan dan jasa para leluhur dalam sejarah perkembangan awal mula Kabupaten Grobogan,” ujar Bupati usai upacara Hari Jadi Grobogan, Satpol PP dan Hari Jadi Pemadam Kebakaran Grobogan.

Dalam kegiatan ziarah tersebut, panitia membagi dalam dua rombongan. Rombongan pertama Bupati bersama dengan Ketua DPRD, Kapolres AKBP dan Kajari sertasebagian Kepala SKPD ziarah ke Makam Ki Ageng Selo dan Ki Ageng Tarub di Kecamatan Tawangharjo. Sedangkan rombongan kedua yakni Sekda Dr Ir HM Sumarsono MSi, Dandim 0717 Purwodadi, Kepala Pengadilan Negeri Purwodadi dan Ketua PA Purwodadi, serta sebagian Kepala SKPD ke makam Getas Pendowo di Kecamatan Purwodadi dan ke Makam Pangeran Adipati Puger di Kecamatan Grobogan.

Dua hari sebelumnya tepatnya pada Sabtu (03/03/2018), dilakukan tradisi boyong grobog yang dimulai dari kantor Kelurahan Grobogan hingga ke pendapa kabupaten. Prosesi boyong grobog ini merupakan gambaran ketika terjadi perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten Grobogan dari Kecamatan Grobogan pindah ke Kecamatan Purwodadi.

Acara rutin boyong grobog dipimpin Bupati diikuti semua pimpinan FKPD, anggota DPRD, dan para pejabat. Bupati dan para pejabat mengikuti boyong grobog menaiki kereta kuda. Sekitar 40 dokar yang disiapkan untuk para pejabat tersebut. Selain itu, ikut dikirab sebuah grobog kuno dari kayu jati berukuran 1 x 1 meter.

Perabot grobog ini dulunya dipakai menyimpan dokumen pemerintahan saat boyongan ke Purwodadi. Grobog ini dinaikkan dalam dokar dan dikawal beberapa orang berpakaian layaknya prajurit. Selain itu, ada pula rombongan yang berjalan kaki dengan memikul 12 gunungan sayur mayur dan hasil bumi. (Tas)

BERITA REKOMENDASI