Cerita Sanjoto, Veteran Perang yang Tinggal di Rumah Rusak

Editor: Agus Sigit

Kini di usianya ke 90, Sanjoto masih tinggal di rumah yang rusak parah dan statusnya mengambang. “Rumah ini dulu pernah saya grebeg karena menjadi tempat persembunyiannya DN Aidit di tahun 1965 sebelum lari ke Solo dan tertangkap di sana. Sejak itu dikuasai negara dan diijinkan untuk saya tempati. Pernah Walikota saat itu Pak Sukawi menjanjikan akan menghibahkan kepada saya yang telah menempati puluhan tahun, namun sampai saat ini belum ada realisasinya. Kondisinya sendiri kini rusak parah dan bocor di sana-sini,” katanya.

Ganjar Pranowo tidak keberatan bahkan mendukung bila memang rumah tersebut bisa dihibahkan kepada Sanjoto, mengingat apa yang telah dilakukannya kepada bangsa negara lebih besar nilainya daripada sebuah rumah yang ditempati. Gubernur langsung memeritahkan Lurah dan Camat untuk mengecek status tanah untuk mendorong proses hibah. Orang nomor satu jawa Tengah ini akan segera mengontak Walikota Semarang Hendrar Prihadi.

Terpisah Dandenpom IV/5 Semarang, Mayor CPM Okto Femula SH MHan yang mendampingi Ganjar Pranowo nyepeda mengapresiasi peran sesepuh Polisi Militer, Kapten CPM Purn Sanjoto. “Pak Sanjoto adalah sesepuh kami, beliau satu Korps di Polisi Militer. Kami akan ikut mengupayakan perhatian demi kelayakan hidup orang yang pernah berjasa bagi bangsa dan negara. Apalagi kami sebagai generasi muda Polisi Militer harus bangga kepada pendahulu. Kebanggaan tidak hanya diwujudkan dengan penghormatan, tapi juga penghargaan. Langkah Pak Ganjar ini merupakan surprice bagi veteran, khususnya bagi kami keluarga besar Corps Polisi Militer.Kami sangat berterima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah,” ucap Okto Femula.

Ikut hadir di kediaman Sanjoto tampak Danramil Semarang Selatan Mayor Inf Rahmatullah AR dan Camat Semarang Selatan, Eko Yuniarto. (Cha)

 

BERITA REKOMENDASI