Cinta NKRI, Tidak Perlu Kampanye Saling Fitnah

SEMARANG, KRJOGJA.com – Belakangan ini marak kampanye saling fitnah antar calon, dan justru terjadi pada para pendukung calon presiden. Hal ini tentu membuat masyarakat menjadi kebingungan. Seperti yang dikatakan KH Mohhamad Tohir Abdullah pengasuh Pondok Pesantren Raudlotul Quran Mangkang Semarang, Minggu (30/9/2018).

M Tohir merasa kawatir hal ini berdampak kepada saling benci baik pribadi maupun golongan. "Kenapa tidak kampanye positif tentang progra  kerja, dan ini tang dibutuhkan masyarakat untuk memilih calon yang dikehendaki," ujar M Tohir.

Silahkan berkreasi dalam kampanye, namun menurut M Tohir yang positif dan tidak saling meggoyang.  "Kalau yang dilihatkan negatifnya bagaimana masyarakat akan memilih," lanjutnya.

Selain berita negatif tentu berita-berita tidak benar atau hoax. Di pesantren saat ini masih dan terus stabil. Pasalnya independensi dijunjung tinggi. Santri juga dilarang membawa hp agar menjaga selalu berpikit positif. "Anak- anak kami akak untuk berpikir positif, jika ada berita yang masuk, kami saring dan cek kembali lebenaranya," jelasnya.

Sementara itu salah satu alumni Ponpes Raoudlotul Quran Nur Kamid mengaku prihatin dengan berita hoax yang beredar. "Bisa dipastikan berita hoax bakal selalu muncul apalagi pada pemilu tahun depan bersamaan pileg, pilpres dan DPD jadi akan banyak saling sikut dan masyarakat harus memahami itu," ujar Khamid. (Ung)

 

BERITA REKOMENDASI