Dandim 0733 Kota Semarang Canangkan Gergaji Pelem Sebagai Kampung Pancasila

Editor: Agus Sigit

SEMARANG, KRJogja.Com – Dandim 0733 Kota Semarang, Letkol Inf Honi Havana MMDS, Selasa (19/4/2022) mencanangkan Kampung Gergaji Pelem Kelurahan Mugasari Semarang Selatan sebagai Kampung Pancasila mewakili Semarang Selatan.

Pencanangan Kampung Pancasila disambut gegap gempita seluruh warga, baik dari anak-anak hingga orang dewasa. Meski dalam suasana Ramadan, penyambutan sangat meriah.

Anak-anak menyambutnya dengan mengenakan kostum adat nusantara. Ada pula mereka yang mengenakan seragam sekolah menyambut kedatangan Dandim dengan kibaran bendera Merah Putih. Kepala Kesbangpol Kota Semarang Sapto ikut hadir mewakili Walikota Semarang Dr H Hendrar Prihadi SE MM. Hadir pula Camat Semarang Selatan Ronny dan Danramil Semarang Selatan Mayor Inf Suryanta bersama Kapolsek Semarang Selatan Kompol Untung Kistopo.

Dandim dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya untuk warga Gergaji Pelem yang menyambut antusias Kampung Pancasila. “Saya optimistis Pancasila akan terus terpatri di setiap benak warga Kampung Gergaji Pelem. Hal ini tercermin pada sikap seluruh warga yang hadir. Mereka bergotong royong dan mengekapresikan nilai pemahaman Pancasila melalui karya mural dan seni budaya dalam penyambutan. Tentu ini memerlukan perjuangan dan pengorbanan. Inilah sikap-sikap Pancasilais,” ungkap Dandim.

Kampung Pancasila diharapkan Dandim akan menjadi stimulan untuk mengingatkan kembali nilai-nilai Pancasila agar tidak mudah luntur seiring perjalanan waktu, apalagi di tengah maraknya idiologi asing yang masuk ingin menggantikan Pancasila.

“Pancasila ini sudah final, sebagai idiologi negara yang juga sekaligus pandangan hidup bangsa Indonesia. Jadi ini patut kita pertahankan karena juga sebagai alat pemersatu bangsa,” lanjut Dandim.

Ketua RW IV Mugassari Sutarman SE, mewakili warga juga menyampailan terima kasih atas dipercayanya Kampung Gergaji Pelem sebagai Kampung Pancasila. Kampung Gergaji menurutnya merupakan kampung yang masyarakatnya plural namum sangat harmonis dalam membangun kehidupan kemasyaralatan. Selain itu juga memiliki jiwa toleran serta tak mudah dipengaruhi oleh hal-hal yang menyesatkan dan berpotensi membuat gaduh suasana. Salah satu contohnya, meski baru-baru ini terjadi gelombang aksi unjukrasa mahasiswa, namun tak ada satupun mahasiswa warganya yang ikut terlibat. “Mereka memiliki kesadaran dalam kehidupan berbangsa. Melalui kegiatan Karang Taruna selalu berdiskusi dengan para sesepuh, jadi ada semacam filter agar mereka tidak mudah dipengaruhi dan terpengaruh,” papar Sutarman. (Cha)

 

BERITA REKOMENDASI