Dapat Bantuan Pamsimas HID, Warga Desa Purwogondo Kendal Tidak Lagi “Ngangsu”

Editor: Agus Sigit

KENDAL, KRjogja.com – Warga Dusun Ngijo Desa Purwogondo selama bertahun-tahun memanfaatkan sumber air untuk mandi dan kebutuhanair minum sehari-hari. Jarak dari perkampungan ke sumber air cukup jauh dan harus mendaki sehingga memnyukitkan warga.meskipin sudah terbiasa, namun warga berkeinginan menjadi lebih baik, apalagi jika harus “Ngangsu” untuk kebutuhan masak cukup melelahkan.

Matun warga setempat mengaku kelelahan bukan karena jaraknya namun karena harus baik dan turun tebing untuk mencapai sumber air. “Setiap hari kami mandi dan juga mengambil air untuk masak di sumber air yang cukup jauh, memang sudah kami niati untuk olahraga, tapi jikanharus naik turun tebing lama-lama melelahkan,” ujar Matun.

Dengan dibangunnya Pamsimas HID (Hibah Insentif Desa) ini warga merasa senang karena air bisa sampai ke rumah. Aliran air yang sampai rumah menjadikan banyak warga yang membangun WC sehingga tidak lagi buang air besar di sungai.

Bupati Kendal Dico Ganinduto saat meninjau pembanguna Pamsimas HID di Desa Purwogondo Kecamatan Boja Rabu (11/8) mengatakan dengan selesainya kegiatan maka sekitar 1000 warga di Dusun Ngijo dan dusun lain di Desa Purwogondo akan mendapatkan kebutuhan air bersih. “Desa Purwogondo termasuk baik dalam pengelolaan Pamsimas dan karena prestasinya tersebut bantuan kembali diberikan, kebutuhan akan air bersih dikendal tinggal 4 persen warga dan kami saat ini sedang mengupayakan untuk memenuhi semuanya,”ujar Dico.

Sementara itu Kepala Desa Purwogondo Awida Candra Kistrawan menjelaakan warga yang bertempat tinggal di dataran tinggi kesulitan air. Dengan selesainya Pamsimas HID ini membuat kesulitan warga dalam mendapatkan air bersih ini menjadi mudah. “Warga kami yang ada di dataran tinggi memang kesulitan dalam mencari air bersih untuk kebutuhan air minum, ada tapi hatus jalan kaki dan jauh,”ujar Candra. (Ung)

 

BERITA REKOMENDASI