Dapat Tambahan 6.750 Ton Bupati Minta Petani Hemat Pupuk

Editor: KRjogja/Gus

GROBOGAN (KRjogja.com) – Petani Grobogan mendapat tambahan pupuk bersubsidi dari pemerntah pusat sebanyak 6.750 ton. Penambahan pupuk tersebut setelah Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikuoltura (Dipertan TPH) menyurati Kementan minta tambahan pupuk bersubsidi karena memasuki musim tanam pertama (MT-I) tahun ini petani daerah itu kekurangan pupuk.

 

“Beberapa minggu lalu petani sempat kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Setelah kita laporkan ke pusat, sekarang alokasinya sudah ditambahi 6.750 ton. Tetapi jika masih sulit mendapatkan pupuk, saya minta kepada petani segera melapor ke perangkat desa atau PPL,” pinta Bupati Grobogan Sri Sumarni, Kamis (15/12/2016).   

Menurutnya, kekurangan pupuk bersubsidi anorganik disebabkan banyak lahan pertanian yang seharusnya ditanami palawija seperti kedelai beralih ditanami padi. Ha ini karena adanya perubahan iklim. Dimana, kondisi musim kemarau tahun ini yang cenderung basah karena banyak curah hujan, sehingga mengakibatkan ada penambahan areal tanaman padi. Hal ini menjadikan kebutuhan pupuk di lapangan naik dari yang sudah disusun dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) awal tahun lalu.

“Perubahan iklim yang terjadi di pertengahan tahun memicu peralihan pola tanam sebagian petani. Yakni, biasanya tanam palawija menjadi tanam padi. Hal ini dilakukan lantaran tanaman palawija rentan gagal panen apabila ada curah hujan tinggi,” imbuh bupati.

Sementara itu, Kepala Diperan TPH Grobogan Edhie Sudaryanto menambahkan, alokasi tambahan pupuk yang didapat dari Kementan tersebut  terdiri 1.100 ton pupuk jenis SP-36, 850 ton ZA, 1.500 ton organik, dan 4.280 ton NPK atau Phonska. “Untuk pupuk jenis urea tidak ada tambahan alokasi karena stoknya masih mencukupi,” terangnya. (Tas)

BERITA REKOMENDASI