DAU ditunda, Gubernur Kirim Tim Keuangan ke Kemenkeu

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG (KRjogja.com) – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengirim tim dari biro keuangan Pemprov Jateng ke kementerian keuangan. Pengiriman tim tersebut terkait dengan penundaan pencairan Dana Alokasi Umum (DA) Jateng sebesar Rp 336,7 miliar.

 

Demikian dikatakan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kepada wartawan di Semarang Kamis (15/9). Sebelummnya, Gubernur sempat mempertanyakan langsung kepada Kemenkau tetapi tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, sehingga diputuskan untuk mengirim tim khusus untuk mengetahui latar belakang penundaan pencairan DAU, sekaligus untuk menghitung ulang dan mencocokan berapa DAU sampai akhir tahun anggaran 2016 untuk Jateng.

Hasil dari pengiriman tim ke Kemenkeu menurut Ganjar, dirinya bisa bertemu dengan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) dan bertemu dengan Dirjen Kebendaharaan, untuk menghitung ulang dan mencocokan berapa sebenarnya dana riil untuk Jateng dan proyeksi sampai akhir tahun.

Jika dari hasil mengitung ulang dan mencocokan anggaran untuk Jateng disimpulkan kondisi keuangan Jateng dianggap kuat, Gubernur mengaku iklas jika Menkeu akan memotong DAU untuk Jateng.  "Kalau ternyata kita dianggap kuat, kita ikhlas. Silahkan DAU dipotong," tegas Ganjar.

Menurut Gubernur, meski upaya pengiriman tim keuangan untuk mengecek kondisi keuangan Jawa Tengah di pusat belum dipastikan hasilnya, Pemprov Jateng sudah berupaya melakukan penghematan anggaran dengan memangkas beberapa anggaran yang dinilai kurang penting, seperti pemotongan anggaran untuk rapat dan dinas luar yang tidak penting, dengan menggantikan komunikasi melalui sosial media.

"Dari internal Pemprov Jateng juga sudah banyak anggaran yang dipangkas. Sekda sudah banyak melakukan pemangkasan anggaran. Pokoknya rapat, rakor yang tidak terlalu penting kita hilangkan, dan dilakukan melalui telpon, facebook, whatsup atau twitter yang tidak berbasis anggaran. Begitu juga dengan dinas luar yang tidak penting sama Pak Sek dipangkasi semua,” tutur Gubernur.

Jika nantinya disimpulkan kondisi keuangan Pemprov Jateng tidak kuat, akan diupayakan adanya pemasukan dana dari beberapa sektor tertentu yang melibatkan kerjasama dengan pihak swasta. Hal ini untuk memperoleh pemasukan Kas Daerah (Kasda) Pemprov Jateng. Ini dilakukan karena Pemprov Jateng tidak ingin membebani pemerintah pusat dalam soal anggaran.  

Gubernur menghimbau kepada Bupati/Walikota di Jateng untuk melakukan langkah sama dengan Pemprov Jateng, yaitu melakukan penghitungan ulang terhadap anggaran yang sudah ada, dan berupaya untuk mengamankan kondisi keuangan di pemerintahan masing-masing. (Bdi)

BERITA REKOMENDASI