Demi NKRI, Babinsa Ikut Transmigrasi

SEMARANG KRJOGJA.com – Sersan Satu (Sertu) Sutomo adalah Babinsa Kelurahan Jabungan Kecamatan Banyumanik Semarang yang rencananya pada Desember mendatang berangkat Transmigrasi ke Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

Tekadnya sangat luar biasa hingga rela meninggalkan Ambarawa yang merupakan tanah kelahirannya. Anggota Kodim 0733 BS Semarang ini mengikuti Transmigrasi Personil TNI AD yang terintegrasi dengan Transmigrasi Program Sharing Kerjasama Antar Daerah (KSAD) antara Provinsi Jawa Tengah dengan Provinsi Kalimantan Utara.

Sersan Satu Sutomo optimistis di daerah transmigrasi nanti, bersama empat KK yang juga dari Semarang, akan mampu mengembangkan lahan transmigrasi dengan bekal ilmu pertanian, perikanan dan peternakan yang telah didalaminya selama menjadi Babinsa dan pengabdiannya selama menjadi prajurit TNI AD.

"Sejak kecil saya senang bertani, karena orang tua saya adalah petani di Ambarawa. Menjadi tentara pun saya juga masih menggeluti pertanian, peternakan dan perikanan. Selama menjadi babinsa pun saya menjadi kader dan penyuluh pertanian, sehingga saya memiliki bekal cukup untuk mencurahkan pengalaman saya pada dunia pertanian di daerah transmigrasi nanti", ungkap Sertu Sutomo, didamping Pasi Teritorial Kodim 0733 BS Semarang, Senin (16/10) di areal persawahan warga Jabungan saat mengisi acara TMMD Sengkuyung. 

Di Kodim 0733 BS Semarang, Sertu Sutomo dikenal sebagai Babinsa Pertanian. Hal ini karena keaktifannya dalam mengikuti kursus-kursus kader pertanian yang digelar Dinas Pertanian bekerjasama dengan TNI AD. Bahkan beberapa kali Sertu Sutomo juga menemukan formula-formula pupuk dan pakan ternah hasil rizet kecil pengembangan dari ilmu yang diterimanya selama mengikuti kursus maupun diklat. Hal yang dianggapnya berhasil adalah menerapkan pertanian terpadu dan sinergi dengan perikanan serta peternakan. 

"Dengan pola pertanian terpadu itu maka saya menanam, memelihara hewan serta ikan tidak ada satupun hasil atau kotorannya terbuang. Semua saya optimalkan penggunaannya. Seperti kotoran ternak bisa saya ubah sebagai pupuk maupun makanan ikan. Batang padi atau sekam bisa pula saya manfaatkan untuk pakan ternak dan lele. Semuanya bisa dimanfaatkan", ujar Sutomo. (Cha)

BERITA REKOMENDASI