Desa ‘Bersinar’, Ubah Dari Rawan Menjadi Anti Narkoba

SEMARANG, KRJOGJA.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jateng terus melakukan perburuan tempat dan bandar narkoba. Tidak saja menindak pelaku pengedar narkoba, tapi juga upaya merehabilitasi dan tindakan preventif agar khusus generasi milinium tidak terjerumus  menyalahgunakan narkoba.

"Masa depan bangsa dan negara ada di pundak generasi muda. Karena tanggung jawab itu generasi milinium harus bebas dari pengaruh narkoba,' ungkap Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Benny Gunawan pada jumpa Pers akhir tahun 2019, Senin (23/12/2019). 

Selama tahun 2019, menurut Benny pihaknya telah mengungkap kasus melampui target. Semula targetnya 13, tapi yang diungkap 20 kasus dengan 51 berkas dan 51 tersangka.  

Sebagian diantara tersangka berstatus narapidana, mereka ada 12 orang. Jumlah ini lebih banyak dibanding kasus serupa setahun lalu (2018) ada 4 napi dari 35 berkas pelaporan. 

Selain mengungkap 20 kasus, pihaknya juga menyita barang bukti 6.600 gram sabu, 62 kg gram ganja dan 486 pil ekstasi. Sedangkan barang bukti TPPU BNNP Jateng sebesar Rp 10 miliar.

Untuk menekan angka kasus narkoba, Benny mengakui perlu dukungan dari berbagai kalangan dengan membentuk komunitas anti narkoba. Salah satunya di Jateng, dengan melibatkan peran masyarakat dan instasi terkait  membentuk penggiat anti narkoba yang telah yang saat ini telah diikuti 860 orang dan 300 relawan. 

"Program berwawasan anti narkoba itu disingkat 'Bang Wawan'. Yaitu, program pembangunan yang menjamin adanya kebijakan program, kegiatan dan anggaran pada pemerintah daerah  yang berorientasi pada upaya mencegahan,rehabilitasi dan pencegahan kejahatan narkoba. Selain itu, juga menggalakan program membentuk desa/kelurahan rawan narkoba menjadi desa/kelurahan bersinar. Di desa/kelurahan se  Jateng tercatat 20 desa/kelurahan mulai dari Kabupaten Magelang, Temanggung, Cilacap, Batang, Kendal, Solo dan paling banyak Semarang.  

Dalam upaya menekan angka kasus narkoba di ibu kota Jawa Tengah tersebut BNNP menggalakkan sosialisasi tentang bahayanya narkoba kepada masyarakat. Yakni, membentuk program Desa/kelurahan bersinar. Tahun 2019, desa/kelurahan bersinar ditetapkan di Kuningan yang padat penduduk. Program ini mendapat perhatian dari BNN dengan menerjunkan anggota BNN kelapangan turut memberikan pengarahan. Tahun depan rencana  program desa/kelurahan bersinar dilaksanakan di Solo yang juga rawan kasus narkoba. (Cry)

BERITA REKOMENDASI