Desain Konseling BK di Sekolah Harus Sesuaikan Dengan IT

Pada paparannya Prof Dr Mungin Eddy Wibowo MPd Kons menyampaikan desain konseling BK di sekolah di masa pandemi tidak bisa dipisahkan dari persoalan teknologi informasi (IT) menyangkut komputer, koneksi internet, dan web browser. E-counseling bisa dilakukan secara fleksibel oleh sekolah dengan melakukan kolaborasi bersama antara konselor, siswa, orang tua siswa dan sekolah. Dengan kolaborasi maka layanan konseling bisa dilakukan secara nyaman, waktu konseling bisa didiskusikan bersama, dan layanan bisa tercapai layaknya layanan konseling secara konvensional yang selama ini dilakukan.

“Konselor di masa pandemi memiliki peran sangat penting dalam layanan konseling pada siswa. Sebagai agen perubahan di masa pandemi covid-19 ini maka konselor dituntut semakin kreatif, inovatif, produktif, dan menyenangkan. Konselor juga harus mampu melakukan pelayanan dari konvensional menjadi digital, luring menjadi daring serta meningkatkan kompetensi penguasaan IT agar pelaksanaan konseling daring bisa dilakukan secara baik, nyaman dan berkualitas” ujar Prof Mungin.

Lebih lanjut menurut Prof Mungin, sejumlah tantangan dihadapi para konselor di masa pandemi ini di antaranya sebisa mungkin bisa menemukan cara bekerja secara efektif dalam pelayanan konseling dengan memanfaatkan dan menggunakan teknologi. Konselor harus mampu menyesuaikan diri dan sanggup tampil dengan aplikasi teknlogi, karena harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan klien dan masa pandemi yang sedang terjadi.

“Tantangan lain, terknologi internet menjadikan e- counseling dilaksanalan dan teknologi akan menjadi media utama bagi konselor dalam beberapa tahun kemudian seiring dengan makin maraknya teknolgi, semakin mudah diakses, semakin mudah digunakan, dan menjadi kebutuhan serta tuntutan jaman” tandas Prof Mungin. (Sgi)

BERITA REKOMENDASI