Diakui Internasional, Perlu Lebih Banyak Penelitian Makanan Tradisional Indonesia

SEMARANG,KRJOGJA.com- Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknologi Pangan Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (TP Fikkes) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar seminar nasional

“Optimalisasi Inovasi Pangan Lokal Berbasis Pangan Fungsional Sebagai Upaya Peningkatan Daya Saing di Era Mileneal” di kampus setempat, baru-baru ini.

Seminar yang dibuka Kaprodi Teknologi Pangan Dr Nur Hidayah MSi menampilkan nara sumber Dr Ir Haryono MSc  (mantan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementan serta anggota Dewan Riset Nasional), Dr Siti Aminah MSi (dosen TP Unimus yang juga Ketua Pusat Kekayaan Intelektual LPPM Unimus) serta moderator Moh Yusuf PhD (direktur eksekutif International Relatuon Office Unimus).

Menurut Haryono yang juga dosen Binus Jakarta ini, Indonesia kaya akan makanan tradisional, makanan lokal dan makanan fungsional. Makanan atau kuliner tradisional merupakan bagian dari “quality of life” masyarakat. Kuliner Indonesia sangat hebat,punya kekasan dan dihargai dunia. Sehingga bangsa ini harus mengoptimalkan makanan tradisionalnya. Sehingga diperlukan penelitian lebih banyak akan makanan tradisional Indonesia untuk mendukung optimalisasi tersebut.

Sedangkan menurut Dr Siti Aminah, di era disrupsi ini terjadi banyak perubahan mendasar di semua sektor serta perubahannya cepat. Sehingga tuntutan revolusi imdustri 4.0 atau setelahnya menyangkut pangan di antaranya digitalisasi produk, market share, penyediaan pangan yang fungsional, serta sinergitas lintas ilmu harus bisa dipenuhi oleh stakeholder bidang pangan.(sgi)
 

 

BERITA REKOMENDASI