Diapresiasi Leprid, UNNES Dikenal di 42 Negara Karena Doodle

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG KRJogja.Com – Kompetisi Nasional dan Eksibisi International Seni Doodle yang dilakukan oleh Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (Unnesl) bertemakan Semangat Pendidikan Masa Pandemi mendapatkan respon positif dari masyarakat dan lembaga prestasi,salahsatunya Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid).
Senin(29/3/2021) Leprid menganugerahkan penghargaan rekor kepada Unnes Fakultas Bahasa dan Seni atas kegiatan Kompetisi Nasional dan Eksibisi International Seni Doodle yang dilakukan secara virtual dan diikuti 42 negara di dunia dengan peserta 1.039 orang.

Dekan FBS Unnes, Dr. Sri Rejeki Urip, M.Hum mengatakan pada 2021 ini Jurusan Seni Rupa fakultas Bahasa dan seni menyelengarakan Semarang International Doodle Festival yang diikuti oleh 42 negara tersebut dalam rangka Dies Natalis ke-56 Unnes. Sehingga dengan adanya kegiatan ini maka Unnes telah dikenal paling tidak oleh 42 negara dunia peserta kompetisi.

Kegiatan ini menurut Sri Rejeki Urip, salah satu upaya mengenalkan seni Doodle kepada masyarakat, pasalnya dalam kegiatan ini terdapat kegiatan yang sifatnya eksibisi serta lomba. “Dengan adanya kegiatan ini maka masyarakat akan menjadi tahu tentang seni Doodle,” imbuhnya.

Ketua Jurusan Seni Rupa Fakutas Bahasa dan Seni Unnes, Dr. Syakir, M.Sn, mengatakan seni Doodle merupakan salahsatu fenomena yang sekarang banyak diminati mulai dari generasi muda sampai dengan orang dewasa. Selain itu karya seni Doodle merupakan ekspresi yang mengeksplor yang cenderung mengekolaborasi unsur kartunal, hal-hal yang elementer dekoratif menjadi kesatuan tema.

“Seni Doodle ini menarik sekali dan diminati banyak kalangan sehingga untuk mengekspresikan tema yang kami angkat yaitu tema Semangat pendidikan masa pandemic ini sangat menarik. Terbukti begitu antusias peserta dari berbagai lapisan mulai dari siswa, mahasiswa serta umum yang mengikuti kompetisi ditambah lagi dengan kegiatan eksibisi pameran Internasional yang diikuti 42 negara,” jelasnya.

BERITA REKOMENDASI