Dikenal Nyentrik, Habib Ja’far Pernah Makan Hidangan Jokowi Hingga Buang Duit di Laut

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG KRJogja.Com Innalilahi wa Inna illaihi raji’un, Indonesia kehilangan ulama kharismatik yang selalu mendoakan agar Indonesia dalam kondisi aman, makmur, damai, sentosa, serta ekonomi tumbuh hingga membuat rakyatnya sejahtera. Habib Ja’far Al Kaff, tutup usia Jumat (1/1/2021) sekitar pukul 18.00 waktu Samarinda setelah sempat dirawat dalam pemeriksaan dokter Rumah Sakit Tentara Samarinda karena keluhan sakit perut seusai makan.

Bib Ja’far, panggilan akrab beliau aktif keliling Nusantara memenuhi panggilan pengajian untuk berdakwah dan berdoa. Dikalangan ulama dan habaib, Habib Ja’far dinilai punya perilaku dan cara yang berbeda dalam mentarbiyyah (membimbing) umat. Orang sering menilai perilakunya jadzab atau aneh. Semua yang dilakukan kadang diluar nalar dan penuh simbol atau bahasa jawanya sanepa. Namun menurut habaib kerabatnya, Habib Umar Muthohar Gunungpati Semarang, apa yang dilakukan Bib Ja’far sarat kebenaran.

Habib Ja’far sering mengajarkan bahwa manusia hidup jangan kadonyan, harta benda hendaknya tidak perlu disanjung dan diagung-agungkan. Manusia hidup harus menguasai sifat ikhlas. Pada murid-muridnya, Bib Jafar secara spontanitas sering meminta agar membuang uang yang dimiliki ke laut. Padahal uang yang dibawa tidak sedikit, puluhan juta rupiah. Kepada muridnya dia meminta agar ikhlas, sebab Allah akan mengganti setiap keikhlasan pada umatNya.

Habib Umar Muthohar pun sempat menceritakan pengalamannya diikuti Bin Ja’far saat hendak pengajian ke Cilacap. Saat hendak berangkat dari Semarang kemudian laju mobilnya diminta berbelok dari arah tujuan. “Bib Ja’far menghendaki belok ke kiri saat sampai Tugumuda, padahal harusnya lurus. Kemudia mobil diminta lewat Jalan Kyai Saleh sekitar Makam Bergota. Di situlah beliau minta berhenti katanya mendengar suara tangisan dalam kubur. Beliau turun karena mendengar rintihan dan permintaan tolong. Saya ikuti Bib Ja’far yang meminta saya untuk ikut mendoakan. Bib Ja’far membacakan kalimat syahadat yang katanya untuk mengislamkan jasad (non muslim) dalam kubur. Insha Allah dia nanti akan memberitahu saudara-saudaranya setelah kita doakan. Betul, setelah beberapa waktu berselang banyak orang (non muslim) datang mencari saya untuk disyahadat masuk Islam”, kenang Habib Umar Muthohar.

BERITA REKOMENDASI