Ditlantas Polda Jateng Simulasikan Pelayanan untuk OTG

Editor: Ivan Aditya

SEMARANG, KRJOGJA.com – Saat ini wabah pandemi Covid-19 masih terjadi di Indonesia dengan jumlah kasus yang masih naik turun. Hampir sebagian besar warga masyarakat yang positif menyandang predikat OTG atau Orang Tanpa Gejala.

Alhasil, jika tidak melakukan tes uji swab maka warga masyarakat tidak akan tahu ia terkena Covid atau tidak. Warga itu bisa saja melakukan aktivitas seperti biasa tanpa menyadari ia membawa virus di dalam diri.

Inilah yang coba diantisipasi jajaran Direktorat Lalu-Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dalam pelayanan. Direktur Direktorat Lalu-Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Tengah, Kombes Polisi Arman Achdiat mengatakan pihaknya terus berusaha memaksimalkan layanan bagi masyarakat namun tak mengesampingkan protokol kesehatan.

“Misalnya, ada OTG yang ingin mengurus SIM atau perpanjangan STNK, dia tidak tahu kalau sebenarnya sedang sakit membawa virus Covid-19. Kami berusaha siapkan SOP-nya, misalnya setiap warga yang hendak mengakses layanan wajib mengenakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Petugas di lapangan juga dilengkapi alat pelindung diri serta menjaga jarak saat memberikan pelayanan,” ungkapnya pada wartawan melalui rilis tertulis, Rabu (1/7/2020).

Arman menegaskan, saat ini pihaknya hanya bisa memaksimalkan antisipasi pencegahan penyebaran virus. Pusat-pusat layanan di seluruh Jawa Tengah baik kantor maupun unit dibekali dengan alat penunjang seperti hand sanitizer, tempat cuci tangan dan sabun.

“Kami tidak ingin pelayanan lalu-lintas justru menjadi klaster penularan. Kami tegas mencegah itu dan bahkan jika ada anggota yang mulai gejala sakit, diminta tinggal di rumah atau mengakses layanan kesehatan, kami tidak ingin main-main tentang kesehatan masyarakat dan anggota,” tegasnya.

Arman beserta jajarannya saat ini terus melakukan pengecekan di seluruh kantor atau unit pelayanan di jajaran Polda Jawa Tengah. Kepolisian berharap, pandemi bisa ditekan dan segera berakhir sehingga masyarakat bisa menyambut normal baru dengan lebih optimis. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI