Dituduh ‘Ngemplang’ Uang PTSL, Suroso Wadul PGN untuk Klarifikasi

Editor: Ivan Aditya

KENDAL, KRJOGJA.com – Dituduh ‘Ngemplang’ uang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan memungut tinggi pengurusan sertifikat, Suroso Perangkat Desa Plososari Kecamatan Patean meminta bantuan ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN). Ketua PGN Kendal Prasetyo Wibowo membenarkan jika Suroso datang kepadanya.

“Suroso anggota ormas saya, karena dirinya mengeluh maka sudah menjadi kewajiban saya untuk membantu,” ujar Prasetyo, Kamis (29/07/2020).

Suroso mengaku sudah dituduh menggelapkan dana PTSL sebanyak 14 bidang. Padahal sebenarnya hal tersebut tidak pernah dilakukannya.

“Suroso awalnya memang mendata 14 bidang untuk mengurus sertifikat dengan biaya Rp 400.000, namun sudah diserahkan pemdes seiring terbentuknya panitia PTSL dan belakangan disepakati harganya Rp 350.000 setelah itu dia tidak mengurusinya lagi,” ujar Prasetyo.

Pihaknya tidak menyangka tanpa mengkofirmasi kepada bawahannya Kepala Desa Plososari Kecamatan Patean langsung memberitakan ke media. “Kami menyayangkan Kepala Desa langsung memberitakan internal pemerintahan desa ke media, padahal kejadiannya tidak demikian dan menurut saya terburu buru,” lanjutnya.

Sementara Suroso saat dikonfirmasi menceritakan tidak ada pungutan sampai jutaan. Awalnya dirinya diperintah Kepala Desa untuk mencari warga yang akan mengurus sertifikat, namun setelah ada panitia dirinya tidak lagi mengurusinya.

Dari 14 bidang ada dua bidang yang statusnya jual beli dan perlakuannya berbeda dengan PTSL dan karena dirinya mengurus jual belinya dikenakan biaya masing-masing Rp 1.000.000. “Awalnya saya diperintah kepala desa dan setelah ada panitia ptsl maka saya serahkan semua ke panitia, hanya dua bidang karena jual beli maka dikenakan biaya Rp 1.000.000 masing-masing bidang dan sudah disepakati dengan warga yang menginginkan saya mengurusnya,”ujar Suroso.

Sementara itu para pemohon 2 bidang diluar PTSL juga menyangkal jika Suroso meminta lebih dari ketentuan. Suwarni dan Mukimin keduanya warga Desa Plososari sama sekali tidak mempermasalahkan karena pengurusan sertifikat memang murni jual beli dan sudah disepakati.

“Saya justru berterima kasih karena sudah di bantu Pak Suroso. Sangat disayangkan sudah membantu tanpa pamrih kok malah diberitakan tidak benar,” ujar Mukimin. (Ung)

BERITA REKOMENDASI