Diusulkan, Bantuan Ratusan RTLH di Salatiga

SALATIGA, KRJOGJA.com – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Salatiga mengusulan ratusan rumah tak layak huni (RTLH) untuk diberikan bantuan stimulan pada 2021. Sebab untuk tahun anggaran perubahan 2020 ini tidak ada alokasi bantuan karena dialihkan ke penanganan covid 19.

“Kami mengusulkan 170 unit RTLH untuk mendapatkan bantuan stimulan baik itu melalui APBD Salatiga maupun Dana Alokasi Khusus (DAK). Semoga disetujui,” tandas Kepala Bidang Perumahan Dinas PKP Salatiga, Titik Susilawati kepada KRJOGJA.com, Kamis (23/07/2020).

Ia menjelaskan, usulan ini sudah masuk ke tim yakni Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) APBD Salatiga sebanyak 100 unit dan melalui DAK 70 unit. Setiap unit rumah dialokasikan bantuan maksimal penggunaan Rp 17,5 juta, dengan perincian Rp 15 juta untuk material dan Rp 2.5 juta untuk upah tukang.

Program RTLH di dinas PKP Salatiga tahun 2020 telah terlaksana, sumber dana DAK 70 rumah dan BSRS 80 unit di wilayah Kecamatan Tingkir.

Kemudian untuk Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 158 unit tahap pertama 108 unit dan tahap kedua 50 unit tersebar di beberapa kelurahan di Kota Salatiga.

Kepala Dinas PKP Salatiga, Eny Endang Surtiani mengatakan, pihaknya dalam menjalankan program RTLH ini memang ada kendala meski kecil, diantaranya adalah ditemukan pemilik rumah yang mendapatkan bantuan tidak mempunyai pendampingan (swadaya) sebagai syarat menerima bantuan.

“Ke depan kami menggandeng beberapa asosiasi pengembang perumahan dan Baznas untuk bisa membantu dana pendampingan bagi RTLH. Surat sudah kami kirim kepada beberapa lembaga itu. Kami di Salatiga baru menemukan kurang lebih 15 pemilik rumah yang mengaku tidak mempunyai pendamping sebagai bentuk swadaya dari masyarakat,” tandas Eny Endang Surtiani kepada KRJOGJA.com. (Sus)

BERITA REKOMENDASI