Dokumen Kendaraan Prajurit Diperiksa, Tidak Ada Pelanggaran

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG, KRJogja.com – Belasan Prajurit Polisi Militer dari Denpom IV/5 Semarang dipimpin Pasi Penegakan Hukum Kapten CPM Sukoco, Kamis (28/2/2019) pagi mendatangi Markas Kodim 0733 BS Semarang untuk mengecek kelengkapan surat-surat dan dokumen kendaraan bermotor anggota dalam rangkaian kegiatan Operasi Penegakan Tata Tertib (Gaktib) dan Yustisi TNI 2019.
Operasi Gaktib menyasar markas militer dilakukan di Kodim 0733 BS Semarang disaksikan Kasdim 0733 BS Semarang Letkol Inf Rafiudin Hanafi didampingi Pasi Intel Mayor Inf Ragil Surono.

Dipimpin Kapten CPM Sukoco, petugas Polisi Militer Denpom IV/5 Semarang langsung memeriksa dan mengecek kelengkapan kendaraan bermotor berikut dokumen prajurit. Kelengkapan helm standar, spion, klakson, rem dan kondisi ban kendaraan juga tak luput dari perhatian petugas Polisi Militer.

"Rem kami cek satu persatu, termasuk spion dan kondisi ban agar jangan ada yang gundhul atau halus. Semua dicek demi keselamatan prajurit di jalan raya", ujar Sesan Dua Issac saat mengecek kondisi kendaraan prajurit Kodim 0733 BS Semarang.

Komandan Tim Gaktib Kapten CPM Sukoco usai memeriksa seluruh kendaraan dan prajurit Kodim 0733 BS Semarang menyampaikan terima kasih, salud dan bangga. Karena dalam gelaran Operasi Gaktib dan Yustisi di Markas Kodim 0733 BS Semarang pagi itu tak ditemukan satu pun bentuk pelanggaran atau kelalaian. Meski demikian, pihaknya tetap mengngatkan agar jangan sekali-kali lengah dan membuat pelanggaran. Sebab sekali pun pelanggaran dilakukan seorang prajurit akan mempengaruhi kondite personal.

"Saya harapkan semua bisa memahami. Selalu cek, teliti dan koreksi setiap saat. Taati selalu tata tertib dan hukum yang berlaku untuk menghindari pelanggaran. Sebab tata tertib, hukum dan disiplin dibuat untuk menyelamatkan prajurit dari dampak yang merugikan", tegas Kapten CPM Sukoco mewakili Dandenpom IV/5 Semarang Mayor CPM Okto Femula.

Sukoco juga mengingatkan kembali pentingnya penggunaan helm hijau bagi setiap prajurit sebagai identitas prajurit TNI AD. "Penggunaan helm hijau merupakan perintah Komando Atas. Menggunakan pakaian dinas maupun tidak, bagi anggota TNI AD ditegaskan agar selalu menggunakan helm hijau sebagai identitas. Hal tersebut tentunya akan memberikan pengaruh di jalan raya bagi yang menggunakan sepeda motor. Dengan helm hijau kita pasti selalu ingat bahwa sebagai anggota TNI akan selalu patuh dan tertib di jalan, maka pasti akan malu bila melakukan pelanggaran karena teridentifikasi dari helm hijaunya", tegas Kapten CPM Sukoco.

Sementara Dandim 0733 BS Semarang Letkol Kav Zubaedi melalui Pasi Intel Dim 0733 BS Semarang Mayor Inf Ragil Surono menegaskan bahwa setiap saat menekankan kepada prajuritnya untuk selalu tunduk dan patuh terhadap hukum, disiplin dan tata tertib yang berlaku. Disiplin merupakan nafas prajurit TNI, jadi tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Fungsi Komandan Kodim 0733 BS Semarang sebagai Ankum (atasan yang berhak menghukum) selalu menekankan dan mengingatkan setiap prajurit agar tidak melakukan pelanggaran. Oleh karena itu pembinaan prajurit selalu dilakukan secara terus menerus, termasuk diantaranya berkaitan dengan kesadaran hukum dan HAM.

Pemeriksaan internal bahkan juga telah dilaksanakan sebelumnya dipimpin Dandim 0733 BS Semarang Letkol Kav Zubaedi belum lama ini. Operasi Gaktib dan Yustisi di Markas Kodim 0733 BS Semarang selain dilakukan oleh prajurit Polisi Militer Denpom IV/5 Semarang, juga dibantu provoost satuan. Pemeriksaan selain dilakukan kepada prajurit TNI AD, juga pada PNS Kodim. (Cha) 

BERITA REKOMENDASI