Dosen Unimus Ajari Pengolahan Teh Daun Tempuyung dan Daun Sukun Untuk Obat Batu Ginjal

Editor: Agus Sigit

SEMARANG,KRJOGJA.com-Dampak yang diakibatkan oleh pandemi covid-19 bukan hanya dari sektor kesehatan, sektor ekonomi juga mengalami goncangan yang hebat diterpa badai pandemi.

Semua lapisan masyarakat terdampak, baik dari kesehatan maupun ekonomi. Begitu juga dengan kelompok masyarakat di Kelurahan Krapyak Kota Semarang. Sebelumnya masyarakat di sana telah memiliki perkumpulan yang diberi nama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) “Mekar Makmur”.

Gapoktan Mekar Makmur ini sebelumnya sudah memproduksi kompos, sabun ramah lingkungan, minuman instan dan batik. Namun di karenakan pandemi melanda, kegiatan Gapoktan yang seharusnya bisa menghasilkan nilai tambah ini dipaksa berhenti sampai dengan waktu yang tidak menentu. Di tengah kelesuan ini, harus ada stimulus yang mampu membangkitkan kembali Gapoktan Mekar Makmur agar tetap bisa menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.

Hal tersebut yang kemudian menjadikan tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menjadikan Gapoktan Mekar Makmur dan juga RW VI Kelurahan Krapyak menjadi mitra pengabdian.

Sebelumnya, ketua tim pengabdi Dr Ana Hidayati Mukaromah MSi sudah terlebih dahulu meneliti daun sukun dan daun tempuyung. Hasilnya, kedua daun tersebut memiliki kandungan Flavonoid dan Kalium yang dapat meluruhkan kalsium oksalat yang merupakan komponen terbesar dari batu ginjal.

“Pengabdian ini memberi penyuluhan terkait IPTEK bagi masyarakat Krapyak Semarang dalam meningkatkan produksi teh herbal peluruh batu ginjal. Proses pengabdian ini di awali rapat koordinasi tim tanggal 15 Desember 2021 dilanjutkan berkoordinasi bersama mitra dan penentuan pelaksanaan tanggal kegiatan” ujar Dr Ana Hidayati Mukaromah MSi yang juga dosen Prodi S2 Ilmu Laboratorium Klinis Unimus.

Kegiatan selanjutnya, tim pengabdi melaksanakan konsep yang telah disusun. Diawali sambutan dan pembukaan oleh ketua tim peneliti, kemudian dilanjutkan sosialisasi hasil penelitian daun sukun dan daun tempuyung.

Pada kesempatan ini Dr Ana Hidayati Mukaromah MSi selaku ketua tim pengabdian masyarakat menyampaikan bahwa kandungan yang terdapat di dalam daun sukun dan daun tempuyung dapat meluruhkan batu ginjal. Tim pengabdi juga memberikan penjelasan terkait penggunaan alat alat sekaligus praktik bersama dengan mitra dalam pembuatan teh daun sukun dan daun tempuyung.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaikan oleh anggota tim pengabdian Dr Nur Hidajah STp MSi terkait pengemasan dan pelabelan produk. Pada kesempatan ini disampaikan bagaimana ciri-ciri pengemasan yang baik, seperti expired produk, kadar isi dalam kemasan dan juga pelabelan. Lalu berlanjut pada penyampaian anggota tim pengabdian lainnya Drs Triyono MM terkait pemasaran produk yang dihasilkan.

Pada penyampaiannya, DrsTriyono MM menjelaskan tentang strategi pemasaran, seperti cara menentukan harga, produk, tempat dan promosi. Peserta sangat antusias berdiskusi setelah materi di sampaikan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai RW VI Kelurahan Krapyak.

Kegiatan selanjutnya praktik pembuatan minuman instan kunyit, yang dibimbing oleh ketua Gapoktan Mekar Makmur Elly Noeryani. Pada kesempatan ini selain anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Rejeki, Asri, Kusuma, dan Gaya, Tim Pengabmas Unimus juga mendapatkan ilmu cara membuat Minuman Kunyit Instan yang merupakan produk dari mitra.

“Monitoring dan evaluasi (monev) kegiatan pengabdian ini dilakukan oleh ketua LPPM Unimus 27 Desember 2021. Ketua LPPM Unimus menyampaikan kegiatan ini merupakan bantuan pendanaan progam penelitian kebijakan merdeka belajar kampus merdeka dan pengabdian masyarakat berbasis hasil penelitian PTS” ujar Dr Ana Hidayati Mukaromah MSi.

Pada kesempatan monev Ketua LPPM mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh tim pengabdi. Pada hari yang sama juga dilakukan penyerahan bantuan peralatan kepada mitra di antaranya Food Dehydrator dan alat penggiling daun.

Produk yang dihasilkan adalah teh seduh dan teh celup daun sukun dan daun tempuyung. Sehingga diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengatasi penyakit batu ginjal serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang tergabung dalam mitra. Diharapkan pula pengabdian berbasis penelitian ini dapat menjadi angin segar bagi masyarakat dan memunculkan inovasi-inovasi baru dalam meningkatkan produktifitas masyarakat.

Pada pengabdian ini, Tim Pengabdian Unimus melibatkan pula mahasisa dari Prodi S2 Ilmu Laboratorium Klinis, D4 TLM dan S1 Ekonomi Manajemen. (Sgi)

BERITA REKOMENDASI