DPRD Jateng Kawal Tol Solo-Jogja-Bawen, Dorong Perekonomian Segitiga Emas

Editor: Ary B Prass

 

 

SEMARANG, KRJOGJA.com– DPRD Jateng terus mengawal pembangunan Jalan Tol Solo-Jogja dan Jogja-Bawen. Jalan Tol di segitiga emas ini disebut memberikan keuntungan bagi Jateng untuk sektor perekonomian dan pembangunan fisik.

 

Saat ini progres pembangunan jalan tol Solo-Jogja maupun Jogja-Bawen sampai pada tahap pengadaan tanah. Untuk Tol Jogja-Bawen pengadaan tanah berkisar 12,84% dan Tol Solo-Jogja mencapai 26%. Ditarget pekerjaan fisik sudah selesai pada 2023.

 

Ketua Komisi D DPRD Jateng, Alwin Basri mengatakan Jogja-Solo-Semarang merupakan segitiga emas. Lantaran terdapat banyak industri maka perlu didorong untuk memperlancar distribusi dan transportasi.

 

“Dengan lebih mudahnya akses dan efisiennya distribusi maka akan meningkatkan perekonomian,” ujar Alwin dalam Dialog Prime Topic DPRD Jateng dengan tema Perkembangan Pembangunan Jalan Tol Solo-Jogja dan Bawen-Jogja di Hotel Noormans Kota Semarang, Kamis (16/9).

 

Hadir dua narasumber lainnya adalah Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya PRovinsi Jateng, AR Hanung Triyono dan Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jateng-DIY, Stanley Cicero.

 

Dalam progresnya, Alwin meminta semua pihak untuk membantu percepatan pembangunan tol ini. termasuk pada pemerintah daerah kabupaten dan kota. Lantaran imbas positifnya juga akan dirasakan masyarakat.

 

Alwin mengatakan secara keseluruhan, mulai dari yang telah existing hingga perencanaan, Komisi D DPRD Jateng mengawal 12 ruas tol yang melintas di Jateng.

Terdiri dari 5 ruas yang telah beroperasi yakni Pejagan-Pemalang (58 km), Pemalang-Batang (39 km), Batang-Semarang (75 km), Tol Kota Semarang (25 Km), Semarang-Solo (73 km ), Solo-Ngawi (39 km).

 

Kemudian jalan tol Semarang-Demak (26,7 km) yang saat ini tahap konstruksi, Tol Jogja-Bawen (76 km) dan Solo-Jogja sampai Bandara Kulon Progo (97 km) yang masih pengadaan lahan.

 

Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (206 km) tahap lelang, Tol Pejagan-Cilacap serta tol Cilacap-Jogja tahap perencanaan. Serta Tol Demak-Rembang (90 km) juga tahap perencanaan.

 

“Tol Demak-Rembang ini juga paling ditunggu, sebagai sambungan tol Semarang-Demak. karena Semarang-Rembang ini jalan paling crowded, banyak industri dan satu-satunya jalan yaitu jalan nasional,” kata Alwin.

 

BERITA REKOMENDASI