Dua Hari, IAIN Salatiga Gelar Iconis 2019

SALATIGA, KRJOGJA.com – Program Pasca Sarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga menggelar International Conference on Islam and Moeslim Societies (Iconis) 2019. 

Puluhan peneliti dari dalam negeri dan beberapa peneliti manca negara  mengikuti kegitan selama dua, Selasa (6/8) sampai Rabu (7/8). Konferensi berskala internasional ini merupakan agenda rutin setiap tahun yang digelar IAIN Salatiga dengan mengangkat tema-tema seputar wacana keislaman.

Rektor IAIN Salatiga Prof. Dr Zakiyuddin mengatakan, tujuan Iconis untuk menjaring sebanyak mungkin peneliti dan pengamat  isu perkembangan Islam dan  masyarakat muslim di Indonesia, Asia Tenggara bahkan dunia. Menurutnya, kegiatan Iconis ini terbuka untuk semua peneliti dari berbagai perguruan tinggi di dunia serta pengamat khusus mengenai isu keislaman sekarang.

“Forum ini menggali Islam yang ramah melalui kajian ilmiah temuan di lapangan atau literatur sebagai penyeimbang wacana negatif yang selama ini dibangun oleh kelompok tertentu terkait Islam,” tandas Zakiyuddin saat membuka Iconis 2019.

Iconis ini, peserta  harus memenuhi syarat tertentu dengan mengirimkan karya ilmiah sesuai tema yang diangkat tahun 2019 ini, adalah Civil Islam Indonesia : Moderat, Konservatif, dan Populis.

Dengan kajian Iconis ini mengedepankan Islam menjadi model beragama di dunia internasional di masa mendatang jauh lebih baik.

Ketua Panitia Iconis Pasca Sarjana IAIN Salatiga 2019, Noor Malihah menambahkan jumlah  peneliti yang turut serta mengirimkan karya ilmiah 149 orang. Setelah diseleksi tersisa 79 naskah sesuai dengan tema yang diangkat. Selanjutnya ditentukan 58 peserta lolos yang mengikuti Iconis 2019 dan telah melengkapi naskah sesuai ketetapan panitia.

“Dari 58 peserta didominasi dari negara masing-masing Indonesia, Malaysia dan Singapura. Iconis ini dilaksanakan selama dua hari, Selasa (6/8) dan Rabu (7/8),” jelasnya, Rabu (07/08/2019).  

Salah satu peserta Iconis yang digelar IAIN Salatiga ini juga diikuti oleh peneliti Islam dari luar negeri yang non muslim, yakni Wasim Meng-Hsun Chiang dari Taiwan. (Sus)

 

BERITA REKOMENDASI