Duh..Uang Nasabah BMT Ben Barokah Dibawa Kabur Ketua dan Bendahara

Editor: KRjogja/Gus

KENDAL (KRjogja.com) – Ketua BMT Ben Barokah Karyono Honopasto warga Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal diduga kabur membawa uang nasabah. Diketahui Karyono kabur bersama bendaharanya sejak sebulan terakhir. 

Wawan salah seorang marketing BMT Ben Barokah mengatakan Ketua BMT sudah lama pergi, dirinya bersama karyawan yang lain tidak mengetahui kapan dan kemana Ketua dan bendahara BMT yang berpusat di Jalan Bahari Rowosari tersebut.

"Kami membuka kantor karena peduli dan harus menjelaskan ke nasabah dengan kondisi keadaan bmt, kami merasa kasihan dengan nasabah tapi bagaimanapun kami hanya karyawan," ujar Wawan.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, karyawan nekad menerima nasabah meski tidak ada lagi kas. "Kami membuka kantor agar para nasabah bisa tenang dan bisa menerima kondisi yang terjadi di kantor kami,"lanjutnya.

Endang Kepala Cabang BMT Ben Barokah Kecamatan Patebon menjelaskan usaha dari karyawan sudah maksimal sampai sudah melaporkan pimpinannya sendiri ke Polisi. Namun kata Endang, pihak kepolisian lebih bagus jika yang melaporkan adalah nasabah. "Kami karyawan sudah melaporkan pimpinan dan bendahara ke Polisi, namun disarankam agar nasabah yang melaporkan,"ujar Endang.

Salah seorang nasabah Zaenah warga Kauman Kecamatan Patebon mengaku sudah empat lebaran mengkoordinir nasabah untuk tabungan idul fitri, baru tahun ini masalah. "Saya mengkoordinir para pedagang di pasar Bodri Patebon agar bisa berlebaran, saya himpun sejak setahun terakhir tapi ternyata uang tidak keluar saat dibutuhkan, padahal ini uang kami sendiri,"ujar Zaenah. 

Jumlah uang pedagang ada Rp 20 juta yang dihimpunya. "Saya akan bertahan disini sampai saya dapat uangnya,"tekadnya.

Lain halnya dengan Widyati yang juga warga Patebon. Uangnya pribadi untuk berlebaran mekcapai Rp 14 Juta juga tidak bisa diambil dan tahun inj tidak bisa berlebaran. "Selain untuk lebaran juga untuk keperluan alat sekolah, saya nabung setiap hari menyisihkan uang dagangan, eh malah gak bisa diambil,"ujar Widyati. Dirinya khawatir uangnya tidak bisa kembali. (Ung)

 

 

BERITA REKOMENDASI