Dukung MBKM: Kurikulum Sebaiknya Berbasis DUDI

Editor: Agus Sigit

SEMARANG,KRJOGJA.com – Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar seminar nasional secara online (webinar) tentang “Rancangan Kurikulum MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) Berbasis Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), Selasa (7/12/2021).

Acara yang dibuka Wakil Rektor I Unimus Dr Budi Santoso Msi Med ini menampilkan nara sumber Dr Ir Syamsul Arifin MT (dosen ITS Surabaya). Menurut Dr Budi Santoso, program MBKM merupakan salah satu program unggulan atau program emas dari Mendikbudristek Nadiem Makarim yang bertujuan memberi pengalaman lebih untuk mahasiswa belajar di luar kampus termasuk di dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

“Tujuannya untuk meningkatkan pembelajaran dan output lulusan. Mahasiswa 3 semester bisa belajar di luar prodi mereka dan bebas memilih bidang yang ingin dikuasainya. Ini juga untuk link and match kampus dengan DUDI dan menyiapkan mahasiswa ke dunia kerja secara nyata” ujar Dr Budi Santoso.

Ketua panitia seminar yang juga Ketua Task Force PKKM (Program Kompetisi Kampus Merdeka) Unimus Dr Eny Winaryati MPd menyampaikan kurikulum berbasis DUDI sangatlah diperlukan di era seperti sekarang ini. Hasil dari seminar ini akan ditindaklanjuti oleh tim PKKM Unimus melalui beberapa kali workshop dan forum group discussion (FGD) dan berujung pada implementasi dalam kegiatan di kelas nantinya.

“Akan kami jadikan nantinya sebagai kurikulum sesungguhnya dan implementasi dalam pembelajaran kami . Rancangan kurikulum berbasis DUDI ini menekankan pada beberapa Indikator Kinerja Utama (IKU) di antaranya IKU 1 melalui kesiapan lulusan yang bisa di antaranya menjadi wirausaha (wiraswasta) sehingga mahasiswa butuh bekal cukup untuk impementasi akan muatan kewirausahaan. Kalau proses belajar mengajar tidak diberi kesempatan bagi mahasiswa belajar proses wiraswasta maka mahasiswa belum punya bekal cukup. Untuk pembelajaran berbasis wirausaha dan DUDI tentu dibutuhkan rancangan kurikulum yang memadai” ujar Dr Eny yang juga Dekan FMIPA Unimus ini.

IKU lainnya, ujar Dr Eny Winaryati MPd, menyangkut kegiatan dosen di luar kampus untuk memiliki sertiikasi dan kemampuan mengajar di DUDI sehingga menjadi kolaborasi yang bagus antara DUDI dengan kampus. Ketika dosen bisa berkarya di luar kampus maka dirinya akan semakin memiliki jiwa, karakter, dan nilai kewirausahaan serta ketrampilan mengajar di DUDI dan di kampusnya.

“Kualifikasi dosen dan sertifikasi dosen sangat mendukung kegiatan rancangan kurikulum ini. Dukungan kemampuan dan kapasitas dosen di bidang wirausaha dan ketrampilan wirausaha sangat penting dalam membuat rancangan kurikulum berbasis DUDI untuk implementasi MBKM melalui PKKM kami” tambah Dr Eny.

Lebih lanjut menurut Dr Eny, IKU ke-7 menyangkut peningkatan kualitas pembelajara atau peningkatan kurikulum juga dilakukan. Salah satu IKU 7 di antaranya case method dan tim based project. Intinya setelah pembelajaran selesai maka akan ada satu produk tau project yang dilaksanakan mahasiswa sehingga akan ada hasil produk yang bisa jadi bagian tidak terpisahkan dari pembelajaran.

“Ini bisa menghasilkan produk/project mahasiswa misalnya lewat kegiatan inquiry learning, discovery learning, Problem based learning, project based learning dan lain lain. Setelah dilaksanakan di kelas maka akan dihasilkan produk atau projek hasil dari mahasiswa. Salah satunya di antaranya yang berbasis kewirausahaan” tandas Dr Eny Winaryati. (sgi)

BERITA REKOMENDASI