Dukung PPKM MIkro, UKM Tempe Mitra Babinsa

SEMARANG, KRJOGJA.com- Ada 16 pengrajin (UKM) tempe di Kelurahan Miroto Semarang Tengah menjadi mitra Babinsa Koramil 02 Semarang Tengah. Mereka merupakan bagian dari komponen masyarakat pendukung untuk mengawal Peraturan Walikota (Perwal) No 6 Tahun 2021 tentang Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Zonasi dalam rangka melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah kelurahan ke bawah, hingga tingkat RT.

Babinsa Miroto, Serka Sabar Supriyadi dan Serma Dwi Haryanto yang dalam PPKM Mikro Zonasi menerima tugas monitoring dan melakukan upaya penanganan bersama Bhabinkamtibmas dan aparat kelurahan memandang perlu adanya partisipan dari masyarakat untuk membantu sukses pelaksanaan PPKM Mikro Zonasi di tingkat kampung.

“Miroto yang merupakan wilayah terdapat sentra pengrajin tempe, warganya cukup aktif dan peduli terhadap penanganan Covid-19. Para perajin tempe yang jumlahnya kini 15 orang aktif membantu program Walikota Semarang dalam pencegahan Covid-19. mereka juga menjadi sumber informasi di lapangan sekaligus motivator yang aktif mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan di lingkungan masing-masing,” kata Eny Nurjanah, Staf Pelayanan Kelurahan Miroto, Minggu (14/2/2021) saat bersama Tim Posko PPKM Mikro Zonasi mengunjungi Ramuji, salah satu UKM tempe.

Danramil Mayor Arh Sugiarto melalui Wadanramil 02 Semarang Tengah, Lettu CHb Yahya mengapresiasi warga Kelurahan Miroto, khususnya para pemilik UKM Tempe. “Mereka ini memiliki jiwa sosial dan pengabdian tinggi pada lingkungannya. Bahkan mereka pun siap bila nantinya ada kampung yang di-lock down karena kedapatan warganya teridap Covid-19, akan mensupport bahan makanan ke mereka yang isolasi mandiri di rumah. Ini yang saya katakan bahwa Kelurahan Miroto Posko PPKM Mikro Zonasinya memiliki kantong logistik, sehinggi bila ada lock down, warganya tidak akan mengalami kebingungan mencari bahan pangan,” ungkap Lettu CHb Yahya.

BERITA REKOMENDASI