Elektabilitas Petahana Tinggi, Begini Reaksi Sudirman Said

SEMARANG, KRJOGJA.com- Calon Gubernur Jateng Sudirman Said menyatakan sudah sangat wajar kalau Ganjar Pranowo memiliki elektabilitas yang jauh lebih tinggi disbanding dirinya. Oleh sebuah survey Ganjar memiliki elektabilitas sampai 79  sementara dirinya 11,8 persen.

“Survey tentang elektabilitas ini sebagai berita bagus. Dengan itu bisa menjadi pemicu kami bekerja lebih keras. Di mana-mana yang namanya incumbent punya elektabilitas lebih besar . Tetapi judul survey juga menarik karena 'segalanya bisa saja terjadi; dan ini sebagai signal bagi kita kalau kita mulai on the track dan suatu ketia kita bisa  menyalip," ujar Sudirman Said usai memberi kuliah umum di hadapan mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang Rabu (14/3). Hadir dalam acara ini Rektor Unissula Ir Prabowo Setiyawan PhD, para wakil rektor, pihak yayasan dan para mahasiswa Unissula.

Menurut Sudirman Said, wajar kalau kepala daerah yang sudah bekerja beberapa tahun menjadi dikenal masyarakatnya. Justru kalau angka elektablitas rendah malahan ada yang salah dengan kepala daerah itu. Cara bagi saya dan tim untuk meningkatkan elektabilitas tidak ada cara lain kecuali harus kerja lebih keras dan lebih ke masyarakat.

“Semua survey harus kita jadikan cermin dan asesmen karena asesmen bisa kuantitatif bisapula kualitatif. Dulu di pasar pasar saya tidak dikenal dan sekarang saya banyak dikenal, dtegur dan diajak salaman atau berfoto bersama. Artinya dari waktu ke waktu interaksi tim kami makin baik” ujar Sudirman.

Terkait dengan kedatangan dirinya kekampus, Sudirman menyatakan kalau dirinya mendapat undangan mengisi kuliah umum tentang kepemimpinan. Kaum mileneal sangat peduli dengan masa depan bangsa dan negara termasuk para pemimpinnya. Salah besar kalau dikatakan kaum muda cuek terhadap masalah seperti ini karena mereka pun mau mengkritik kalau ada yang tidak beres dengan perpolitikan nasional dan daerah.

“Saya ke sini bukan kampanye tetapi membei kuliah umum, yang datang banyak karena kalau menyampaikan sesuatu menyangkut kebenaran pasti akan banyak yang datang. Dan dosa kalau ada orang yang berpengaruh misalnya malahan menyampaikan pengaruh yang negative” tandas Mantan Menteri ESDM ini. (Sgi)

BERITA REKOMENDASI