Exit exam Mengancam Lulusan Atau Justru Peluang?

SEMARANG,KRJOGJA.com- Proses Pendidikan Tinggi berakhir dengan proses wisuda sebagai tanda kelulusan, rasa bahagia dan suka cita bahkan euphoria menyambut semua lulusan. Akankah euphoria akan berlangsung abadi? Tentu saja tidak karena pembuktian dari usaha selama menempuh pendidikan merupakan aplikasi ilmu dalam dunia kerja tak terkecuali lulusan perguruan tinggi (PT) yang termasuk calon tenaga kesehatan.

Perjuangan calon tenaga kesehatan tidak hanya berhenti sampai dipindahkannya tali toga dari kiri ke kanan oleh rektor PT masing–masing. Tetapi setiap lulusan akan dihadapkan dengan ujian kompetensi untuk mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR). Sampai saat ini keluhan demi keluhan banyak disampaikan calon tenaga kesehatan khususnya lulusan perawat terkait uji kompetensi dan bagaimana cara mendapatkan STR dengan mudah agar dapat bekerja di pelayanan kesehatan.

Keluhan klasik tentang STR tidak akan habis ditelan masa karena akan berlaku seleksi alam, siapa yang mampu melaksanakan proses dengan baik maka akan lulus sebagai perawat yang kompeten. Aturan tentang mekanisme Uji Kompetensi (UK) telah mengalami perubahan, sejak kebijakan tentang UK muncul dan diatur dalam UU no 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan dan UU no 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan yang mengamanatkan semua tenaga kesehatan yang akan memberikan pelayanan kesehatan harus sudah lulus UK dengan tujuan melakukan evaluasi terhadap sistem dan kompetensi tenaga kesehatan untuk mencapai kualitas pendidikan menjadi lebih baik.

BERITA REKOMENDASI