Festival Tari Rakyat Segara Gunung, Cegah Budaya Punah

KENDAL, KRJOGJA.com – Musik tradisional mengalun indah yang berasal dari sejumlah daerah di Jawa Tengah. Musik nan elok gegap gempita mengiringi Festival Tari Rakyat Segara Gunung 6 di Keraton Kawitan Amarta Bumi yang berada di kampung Jawa Sekatul Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal, Minggu (9/12/2018) petang. 

Sebanyak 24 peserta atau kelompok  dari Kota Semarang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Semarang dan juga dari Solo mengikuti tradisi tahunan Keraton kawitan Amarta Bumi ini. Berbagai jenis tarian daerah dibawakan dari tari kuda lumping/ tari soreng, tari barongan, tari reog, dan masih banyak lagi tampil mempesona dan pengunjungpun terpukau. 

Festival tari tradisional ini dilakukan sebagai upaya pelestarian dan mengembangkan kesenian rakyat. Gelaran kesenian tersebut disaksikan ratusan pengunjung, baik warga sekitar maupun luar daerah. Mereka pun tidak mau ketinggalan, dengan mengabadikan momen dengan kamera Handphone yang mereka bawa. 

Raja Keraton Kawitan Amarta Bumi, Sri Angling Prabu Punta Jayanegara Cakra Buana Giri Nata mengatakan, festival tari rakyat segoro gunung ini sudah yang keenam kalinya diselenggarakan dan setiap tahun meningkat pesertanya. Festival ini juga untuk melestarikan budaya bangsa agar tidak punah, sekaligus sebagai suguhan bagi para wisatawan yang berlibur di sekatul sebagai wisata edukasi seni dan budaya. 

"Ada banyak cara untuk melestarikan budaya. Salah satunya ya festival kesenian rakyat ini, namun kami juga melombakan juga membatik," ujar Sang Prabu. 

Tidak hanya pengunjung dari masyarakat, namun raja-raja se Nusantara juga hadir, salah satunya Rustuty Rumagesan, Ratu Tanah Rata Kokoda. Dirinya mengatakan, festival tari atau kesenian ini sangat bagus dilakukan karena sama halnya dengan melestarikan budaya daerah khususnya agar budaya daerah tidak hilang. Kondisi bangsa saat ini akan budaya sangat memprihatinkan seakan-akan pemerintah dan masyarakat sudah tidak peduli lagi dengan kesenian atau budaya daerahnya. 

"Sekembalinya dari Keraton Kawitan Amarta Bumi ini saya akan menyelenggarakan acara serupa, di daerah saya ada model pengobatan dengan menggunakan tari-tarian dan masih banyak lagi kekayaan tarian dari daerah kami," ujarnya. (Ung)

BERITA REKOMENDASI