Fisip Unwahas Gelar Kuliah Dosen Tamu Bersama Konsul Jenderal RI di New York

Editor: Agus Sigit

SEMARANG, KRJOGJA.com – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang menyelenggarakan kuliah Dosen Tamu menghadirkan Konsul Jenderal RI New York, Amerika Serikat Dr Arifi Saiman dengan tema “Islam dalam Kehidupan Masyarakat Amerika Serikat”, Selasa (14/6/2022).

Acara tahunan ini merupakan rangkaian agenda Fisip Unwahas yang secara berseri mengadakan kuliah dosen tamu dengan menghadirkan berbagai narasumber, kalangan akademisi, praktisi, tokoh, negarawan baik dalam maupun luar negeri.

Kuliah Dosen Tamu seri 2 ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Fisip Unwahas dan dosen Fisip Unwahas yang dilakukan secara luring terbatas dan daring melalui platform zoom. Juga dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik, Penjaminan Mutu, dan Penerimaan Mahasiswa Baru Dr Andi Purwono SIP MSi.

Acara dibuka dengan sambutan dari Dekan Fisip Unwahas Dr Agus Riyanto SIP MSi yang menyampaikan apresiasi dan kehormatan Dr. Arifi Saiman bersedia berbagi ilmu dan pengalamannya untuk mahasiswa Fisip Unwahas. Dengan perbedaan waktu 12 jam antara Semarang Indonesia dengan New York Amerika Serikat tidak mengurangi semangat Dr Arifi Saiman untuk berbagi ilmunya, dimana di New York saat acara dimulai sudah menunjukkan pukul 22.00 waktu New York.

Dekan Fisip berharap mahasiswa bisa mengambil pelajaran dan terinspirasi denga apa yang disampaikan nara sumber. Disusul sambutan Rektor Unwahas Prof Dr Mudzakkir Ali MA yang menyampaikan rasa terima kasih kepada Dr Arifi Saiman yang sudah bersedia hadir memenuhi undangan Fisip Unwahas.

Undangan kali ini bukan yang pertama, bahkan Dr Arifi Saiman sudah beberapa kali hadir di kampus Unwahas secara luring sebelum pandemi Covid 19 melanda dunia. Rektor berharapan Dr Arifi Saiman terus memberikan motivasi dan sharing ilmunya untuk para mahasiswa agar bisa mencapai cita cita mereka.

Untuk Fisip Unwahas, Rektor juga menyampaikan agar bisa diinisiasi usulan dari Dr Arifi Saiman terkait pendirian Pusat Diplomasi Santri, dimana Unwahas yang membawa nilai nilai Aswaja bisa menjadi aktor non pemerintah yang menyebarkan nilai nilai islam rahmatan Lil ‘Alamin.

Acara dipandu oleh moderator Anna Yulia Hartati SIP MA (Wakil Dekan Fisip dan dosen mata kuliah Diplomasi Jurusan Hubungan Internasional) yang memberikan penekanan pada informasi tentang perkembangan Islam di AS. Dimana Islam merupakan agama terbesar ketiga yang dianut oleh masyarakat AS. Ada sekitar 3,3 juta jiwa dari beragam usia dan golongan dan apabila ditelusuri Islam di AS memiliki sejarah yang cukup panjang.

Dalam paparannya narasumber Dr Arifi Saiman menyampaikan tentang persepsi Islam di AS yang mengalami perubahan cukup signifikan pasca terjadinya peristiwa 9/11. Perbedaan gaya kepemimpinan antara Trump-Pence dan Biden-Harris dalam memimpin AS tidak jarang mengundang persepsi subyektif di sejumlah kalangan masyarakat dunia khususnya mereka yang kurang memahami sistem pemerintahan AS yang berbasis platform partai politik.

Isu Islamophobia menurut Dr Arifi Saiman mesti disikapi secara cerdas dengan melakukan counterbalance secara proporsional baik dalam bentuk narasi maupun dalam bentuk perilaku terkait moderasi beragama berbasis nilai nilai ASWAJA.

Pesan Konjen RI di New York Amerika Serikat Dr Arifi Saiman untuk Unwahas, khususnya jurusan Hubungan Internasional, bisa menjadi laboratorium pendidikan moderasi beragama melalui pendirian pusat studi Diplomasi Santri.(Sgi)

BERITA REKOMENDASI