‘Food Truck In Town’ Wirausaha Kreatif di Masa Pandemi

SEMARANG,KRJOGJA.com – Pandemi Corona (Covid-19) berdampak serius pada banyak sektor, tak terkecuali sektor pangan, terlebih mereka yang berjualan produk pangan olahan secara offline, baik pedagang retail maupun pedagang makanan jalanan (street foods). Dengan “new normal”, semua sektor diminta bergerak, termasuk pelaku usaha makanan jalanan. Angin segar ini tentu harus dioptimalkan sebaik mungkin.

Bagi pengusaha toko retail, penerapan protokol kesehatan jauh lebih mudah dibanding pengusaha makanan jalanan. Pelaku usaha bidang pangan olahan terutama makanan jalanan perlu inovasi yang bisa diterapkan di masa “new normal”.

“Selama satu dekade terakhir, sektor pangan menghadapi peningkatan inovasi sangat pesat terutama bidang pangan berkelanjutan. Kondisi ini berkaitan erat dengan gaya hidup dan kebiasaan makan masyarakat modern, yang cenderung memilih mengkonsumsi makanan instan. Hal ini berdampak positif terhadap makanan jalanan atau street foods. Organisasi Pangan Dunia (FAO) menyebut makanan jalanan merupakan makanan dan minuman siap saji yang disiapkan dan atau dijual oleh pedagang asongan, terutama di jalan-jalan dan di tempat sejenisnya” ujar Diode Yonata MTP, akademisi Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Semarang (PSTP Unimus) kepada pers Sabtu (25/7/2020).

Menurut Diode Yonata, makanan jalanan tumbuh subur di negara berkembang, termasuk Indonesia. Keberadaan makanan jalanan memiliki nilai intrinsik tersendiri. Selain bersahabat dengan kantong, makanan jalanan dikenal dengan citarasa khas serta memiliki nilai budaya unik, sehingga lebih menarik masyarakat sekitar hingga wisatawan untuk mengkonsumsi. Namun banyak kasus ditemui makanan jalanan di Indonesia cenderung tinggi karbohidrat dan lemak, namun rendah serat, protein, vitamin serta komponen gizi lainnya.

BERITA REKOMENDASI